Buka menu utama

Cikarang Dry Port (CDP)—diterjemahkan sebagai Pelabuhan Daratan Cikarang—adalah pelabuhan daratan yang terletak di dalam Kota Jababeka di Cikarang, Jawa Barat, Indonesia. CDP didirikan pada tahun 2010 dengan total area seluas 200 hektar. CDP dioperasikan oleh PT Cikarang Inland Port, anak perusahaan PT Jababeka Tbk, dan Kawasan Layanan Bea Cukai Terpadu yang pertama dan satu-satunya di Indonesia.[1] Sebagai model pelabuhan daratan di pedalaman, CDP berfungsi sebagai perluasan pelabuhan yang menyediakan solusi untuk kemacetan kronis dan penundaan di gerbang ekspor impor utama Tanjung Priok. Tujuan utamanya adalah untuk mengurangi dwell time (waktu bongkar muat barang di pelabuhan) dari 3,2 hari menjadi target pemerintah 2,5 hari.[2]

Cikarang Dry Port
Cikarang Dry Port.jpg
Aerial view of Cikarang Dry Port
Lokasi
Negara Indonesia
LokasiCikarang, West Java
Koordinat6°16′03″S 107°09′54″E / 6.267390°S 107.164976°E / -6.267390; 107.164976Koordinat: 6°16′03″S 107°09′54″E / 6.267390°S 107.164976°E / -6.267390; 107.164976
Detail
Mulai beroperasi2010
OperatorPT Cikarang Inland Port
PemilikJababeka Group
Website
cikarangdryport.com

Untuk mencapai dwell time 2,5 hari, CDP dilibatkan oleh pemerintah untuk memaksimalkan fungsinya. CDP telah dirancang sedemikian rupa untuk terintegrasi dengan Tanjung Priok. Konsepnya adalah ketika Tanjung Priok telah menyelesaikan sepenuhnya kegiatan bongkar muat, maka CDP menjalankan tahap berikutnya yaitu perizinan pelabuhan. Untuk mempercepat prosesnya, kereta barang akan membawa kontainer dari pelabuhan ke CDP untuk keperluan inspeksi, administrasi, dan karantina. Untuk ekspor, proses serupa juga bisa dilakukan. Integrasi antara Tanjung Priok dan CDP diyakini dapat meningkatkan kapasitas pelabuhan hingga 8 juta TEU per tahun.[3] Dengan CDP, seluruh rantai pasokan dikoordinasikan dan disinkronkan untuk memfasilitasi produktivitas – hal yang sangat penting untuk pengembangan industri.[3] CDP sendiri mampu menampung 250 ribu TEU.

Logo Pelabuhan Daratan Cikarang

Solusi lalu lintasSunting

Pemerintah menyadari bahwa CDP dapat mengurangi kemacetan antara pelabuhan dan kawasan industri. Secara teoritis, integrasi CDP dengan Tanjung Priok berkontribusi langsung pada pengurangan kemacetan jalan hingga 30 persen.[4] Kontribusi ini pada gilirannya menghasilkan efisiensi konsumsi bahan bakar yang diperkirakan mencapai 190 miliar rupiah per tahun.[4] Untuk menduplikasi efek tersebut, pemerintah telah merencanakan untuk membangun dua pelabuhan lain di wilayah lain di Nusantara.[5]

AksesSunting

Di bawah dukungan pemerintah, CDP didukung oleh akses jalan tol dan sistem kereta api.[6] Selain itu, akses baru ke CDP saat ini sedang dikembangkan. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II) berencana membangun saluran air pedalaman.[7] Proyek ini untuk mengoptimalkan sungai yang ada yaitu Cikarang Bekasi Laut (CBL) dengan melebarkan sungai. Rute ini mulai dari Pelabuhan Tanjung Priok sampai CDP dan akan digunakan sebagai alternatif transportasi baru. Ini akan lebih efisien dalam hal waktu, energi dan keuangan. Tidak diperlukan aktivitas truk dan kemacetan dapat dikurangi terutama di Jalan Tol Lingkar Dalam Jakarta dan Jalan Tol Jakarta–Cikampek. Memanfaatkan sungai juga berarti pemerintah tidak harus membuat jalan tol baru. Intinya, pengembangan jalur air pedalaman atau Cikarang Bekasi Laut (CBL) bertujuan untuk mengoptimalkan potensi jalur sungai sebagai alternatif transportasi logistik yang akan menghubungkan Tanjung Priok dengan daerah pedesaan.[7]

ReferensiSunting

  1. ^ "Innovative Port Solutions for Ocean Freight Supply Chains - eft - Supply Chain & Logistics Business Intelligence". www.eft.com. Diakses tanggal 25 June 2017. 
  2. ^ Media, Kompas Cyber. "Pemerintah Tetapkan "Dwell Time" di Pelabuhan Tanjung Priok 2,5 Hari - Kompas.com". kompas.com. Diakses tanggal 25 June 2017. 
  3. ^ a b "Mengoptimalkan Dry Port - Republika Online". republika.co.id. Diakses tanggal 25 June 2017. 
  4. ^ a b http://www.cikarangdryport.com/
  5. ^ "Selain Cikarang Dry Port, Pemerintah Siapkan 2 Titik Lain". tempo.co. Diakses tanggal 25 June 2017. 
  6. ^ Putra, Irfan Eka. "Cikarang Dry Port - Jababeka". www.jababeka.com. Diakses tanggal 25 June 2017. 
  7. ^ a b "Pemerintah Bangun Sungai Jadi Jalur Angkut Cikarang Dry Port". cnnindonesia.com. Diakses tanggal 25 June 2017. 

Pranala luarSunting