Buka menu utama
Saat Bulan berada pada fase sabit, sisi gelap didominasi oleh cahaya Bumi, sedangkan sisi lain oleh cahaya Matahari.

Cahaya Bumi adalah iluminasi redup sisi gelap permukaan Bulan oleh sinar matahari yang tercermin dari permukaan Bumi dan awan. Fenomena ini juga dikenal sebagai sinar Bumi (lihat juga sinar planet), cahaya pucat Bulan, atau "Bulan tua di pelukan bulan baru".

Fenomena ini paling baik diamati dari Bumi sebelum atau sesudah bulan baru,[1] ketika bulan berada pada fase bulan sabit yang menipis (memudar atau antara bulan baru dan bulan penuh). Pada malam-malam ini, keseluruhan cakram bulan mudah dilihat. Kata yang relatif jarang[butuh rujukan] dipakai ini terdapat juga di Oxford English Dictionary.

Istilah ini juga cocok untuk pengamat di Bulan yang melihat Bumi selama malam bulan, atau untuk astronot di dalam pesawat ruang angkasa yang melihat ke luar jendela. Arthur C. Clarke menggunakannya dalam pengertian ini dalam novelnya Earthlight.

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ The Eclectic Magazine of Foreign Literature, Science, and Art (dalam bahasa Inggris). Leavitt, Trow, & Company. 1874. 

Pranala luarSunting