Buka menu utama
Dickinsonia costata, organisme Ediakara yang ikonik, menampilkan penampilan berlapis khas dari enigmata Ediakara

Templat:CEXNAV

Biota Ediakara (/ˌdiˈækərən/; sebelumnya Vendian) terdiri dari organisme yang berbentuk tabung dan seperti daun yang penuh teka-teki, kebanyakan sesil yang hidup selama Periode Ediakara (ca. 635-542 juta tahun yang lalu). Fosil jejak organisme ini telah ditemukan di seluruh dunia, dan merupakan organisme multiseluler kompleks yang paling awal yang diketahui.[note 1] Biota Ediacaran mungkin telah mengalami radiasi dalam peristiwa yang diusulkan disebut ledakan Avalon, 575 juta tahun yang lalu,[1][2] setelah Bumi telah mencair dari glasiasi yang luas selama periode Kriogenium. Sebagian besar biota Ediakara menghilang dengan adanya peningkatan keanekaragaman hayati yang cepat yang dikenal sebagai ledakan Kambrium. Sebagian besar bangun tubuh hewan yang ada saat ini pertama kali muncul dalam catatan fosil dari Periode Kambrium bukannya Ediakara. Untuk makroorganisme, biota Kambrium tampaknya telah sepenuhnya menggantikan organisme yang mendominasi catatan fosil Ediakara, meskipun hubungan organisme-organisme tersebut masih menjadi perdebatan.

Organisme Periode Ediakara pertama kali muncul sekitar 600 juta tahun silam dan berkembang sampai bermulanya Periode Kambrium 542 juta tahun silam, ketika komunitas karakteristik fosil biota Ediakara lenyap. Komunitas Ediakara paling awal yang cukup beragam ditemukan pada tahun 1995 di Sonora, Meksiko, dan berusia sekitar 600 juta tahun, sebelum glasiasi Gaskiers sekitar 580 juta tahun yang lalu.[3][4] Sementara fosil langka yang mungkin merepresentasikan biota Ediakara yang selamat telah ditemukan hingga akhir Kambrium Tengah (510 hingga 500 juta tahun lalu), fosil komunitas sebelumnya menghilang dari catatan di akhir Ediakara yang hanya menyisakan fragmen-fragmen aneh dari ekosistem yang pernah berkembang.[5] Ada beberapa hipotesis yang menjelaskan hilangnya biota ini, termasuk bias preservasi, lingkungan yang berubah, munculnya predator dan persaingan dari makhluk hidup lainnya.

Menentukan tempat organisme Ediakara dalam pohon kehidupan terbukti sulit; bahkan tidak ditetapkan bahwa mereka adalah hewan, dengan saran bahwa mereka adalah lumut kerak atau liken (simbiosis antara fungi dan alga), alga, protista yang dikenal sebagai foraminifera, koloni fungi atau mikroba, atau intermediet hipotetis antara tumbuhan dan hewan.[6] Morfologi dan perilaku beberapa taksa (misalnya Funisia dorothea) menunjukkan hubungan dengan Porifera atau Cnidaria.[7] Kimberella mungkin menunjukkan kesamaan dengan moluska, dan organisme lain telah diduga memiliki simetri bilateral, meskipun ini kontroversial. Sebagian besar fosil makroskopik secara morfologis berbeda dari bentuk kehidupan selanjutnya: mereka menyerupai cakram, tabung, kantong berisi lumpur atau kasur berlapis. Karena kesulitan menyimpulkan hubungan evolusi di antara organisme-organisme ini, beberapa ahli paleontologi menyatakan bahwa biota Ediakara mewakili garis keturunan yang benar-benar punah yang tidak menyerupai organisme yang masih ada. Satu paleontolog mengusulkan kategori tingkat kerajaan Vendozoa (sekarang berganti nama menjadi Vendobionta)[8] dalam hierarki Linnaean untuk biota Ediacaran. Jika organisme misterius ini tidak meninggalkan keturunan, bentuk aneh mereka dapat dilihat sebagai "percobaan gagal" dalam kehidupan multiseluler, dengan kehidupan multiseluler kemudian berevolusi secara independen dari organisme bersel tunggal yang tidak terkait.[9]Templat:Ediacaran biota timeline

Konsep "Biota Ediakara" agak bersifat buatan karena tidak dapat didefinisikan secara geografis, stratigrafis, tafonomis, atau biologis.[10]

Daftar isi

CatatanSunting

  1. ^ Organisme multiseluler sederhana seperti alga merah berevolusi setidaknya 1.200 juta tahun silam. Status biota Francevillian dari 2.100 juta tahun silam tidak jelas, tetapi mereka mungkin mewakili bentuk multiseluler yang lebih dini yang kompleks.

ReferensiSunting

  1. ^ Two Explosive Evolutionary Events Shaped Early History Of Multicellular Life
  2. ^ Shen, Bing; Dong, Lin; Xiao, Shuhai; Kowalewski, Michał (2008). "The Avalon Explosion: Evolution of Ediacara Morphospace". Science. 319 (5859): 81–84. Bibcode:2008Sci...319...81S. doi:10.1126/science.1150279. PMID 18174439. 
  3. ^ McMenamin, M. A. S. (1996). "Ediacaran biota from Sonora, Mexico". Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America. 93 (10): 4990–4993. Bibcode:1996PNAS...93.4990M. doi:10.1073/pnas.93.10.4990. PMC 39393 . PMID 11607679. 
  4. ^ Narbonne, Guy (2008). "The Gaskiers glaciation as a significant divide in Ediacaran history and stratigraphy". 2008 International Geological Congress. 
  5. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama ConwayMorris1993
  6. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama Pflug
  7. ^ Droser, ML; Gehling, J. G. (2008). "Synchronous Aggregate Growth in an Abundant New Ediacaran Tubular Organism". Science. 319 (5870): 1660–1662. Bibcode:2008Sci...319.1660D. doi:10.1126/science.1152595. PMID 18356525. 
  8. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama Seilacher1992
  9. ^ Narbonne, Guy (June 2006). "The Origin and Early Evolution of Animals". Department of Geological Sciences and Geological Engineering, Queen's University. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2015-07-24. Diakses tanggal 2016-09-08. 
  10. ^ MacGabhann, Breandán (2013). "There is no such thing as the 'Ediacara Biota'". Geoscience Frontiers. 30: 1–10. 

Bacaan lebih lanjutSunting

  • Mark McMenamin (1998). The Garden of Ediacara: Discovering the First Complex Life. New York: Columbia University Press. hlm. 368pp. ISBN 0-231-10558-4. OCLC 3758852.  A popular science account of these fossils, with a particular focus on the Namibian fossils.
  • Derek Briggs; Peter Crowther, ed. (2001). Palæobiology II: A synthesis. Malden, MA: Blackwell Science. hlm. Chapter 1. ISBN 0-632-05147-7. OCLC 43945263.  Excellent further reading for the keen – includes many interesting chapters with macroevolutionary theme.

Pranala luarSunting