Bendungan Tanju

Bendungan Tanju, terletak di Dompu, Nusa Tenggara Barat, adalah bendungan berstatus Proyek Strategis Nasional, yang pembangunan konstruksinya dilakukan pada tahun 2015 dan beroperasi pada tahun 2018. Pembangunan Bendungan Tanju menelan biaya sebesar Rp 298 miliar.[1]

Peresmian Bendungan Tanju dilakukan oleh Presiden Joko Widodo pada 30 Juli 2018.[2] Beberapa manfaat dari keberadaan Bendungan Tanju adalah bendungan ini mampu menampung air sebesar 18,27 juta meter kubik. Dengan adanya bendungan, petani setempat dapat melakukan panen hingga tiga kali dalam setahun dari tadinya hanya satu kali. Selain itu, mengairi lahan seluas 3.939 hektare, menyediakan pasokan air baku sebesar 0,05 meter kubik/detik dan menghasilkan listrik sebesar 0,5 Megawatt.[1]

Bendungan ini juga memiliki pemandangan yang indah. Apalagi tulisan Bendungan Tanju ditulis di sebuah batu pondasi mirip punden berundak.[2]

Dalam proses pembangunan, pemerintah merelokasi sebanyak 400 kepala keluarga dengan mendapat penggantian tanah, rumah, pekarangan, dan pemukiman baru.[3]

SpefisikasiSunting

Bendungan Tanju memiliki luas 387 hektare.[3] Pengelola bendungan ini adalah BWS Nusa Tenggara I. Nindya Karya dan Hutama Karya bertindak sebagai kontraktor yang membangun bendungan ini.[4]

Pada saat banjir, luas genangan waduk mencapai 120,74 hektare, dengan luas minimum 109,5 ha dan maksimum 120 ha. Adapun volume air waduk saat banjir mencapai 20,4 juta meter kubik. Kondisi normalnya adalah 18,27 juta meter kubik dan kondisi efektifnya adalah 17,16 juta meter kubik.[4]

Lihat pulaSunting

Daftar Proyek Strategis Nasional

Daftar referensiSunting

  1. ^ a b "Bendungan Tanju". KPPIP. Diakses tanggal 14 Maret 2020. 
  2. ^ a b "Fakta Menarik Bendungan Tanju di Dompu. Cari Tahu, Yuk!". Liputan6.com. 2018-07-31. Diakses tanggal 2020-03-14. 
  3. ^ a b Widyastuti, Rr Ariyani Yakti (2018-07-30). "Jokowi Resmikan Bendungan Tanju Dompu NTB Senilai Rp 124 Miliar". Tempo. Diakses tanggal 2020-03-14. 
  4. ^ a b "Data Bendungan". sda.pu.go.id. Diakses tanggal 2020-03-14. [pranala nonaktif permanen]