Batukara, Muna

kecamatan di Provinsi Sulawesi Tenggara

Batukara adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, Indonesia.[[1]]

Batukara
Negara Indonesia
ProvinsiSulawesi Tenggara
KabupatenMuna
Pemerintahan
 • Camat-
Luas69,39 km²
Jumlah penduduk-
Kepadatan37 jiwa/km²
Desa/kelurahan4

GeografisSunting

Secara astronomis, Kecamatan Batukara terletak di bagian Selatan Pulau Muna. Secara geografis, Batukara terletak di bagian selatan garis khatulistiwa, memanjang dari utara ke selatan di antara 4.450 – 4.530 Lintang Selatan dan membentang dari barat ke timur diantara 122.48° - 122.56° Bujur Timur.

Batas wilayah administrasi Kecamatan Batukara sebagai berikut :

  1. Sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Maligano.
  2. Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Buton Utara.
  3. Sebelah Selatan berbatasan dengan Wakorumba Selatan.
  4. Sebelah Barat berbatasan dengan Selat Buton.

Secara administratif, Kecamatan Batukara terdiri dari 4 Desa. Dari jumlah Desa yang ada, yang memiliki wilayah terluas adalah Desa Moolo dengan luas 25,64 Km2 (36,95%), sedangkan Desa yang memiliki Wilayah terkecil adalah Desa Baluara dengan luas 9,86 Km2 (14,21 % ) dari luas Kecamatan Batukara.

Kecamatan Batukara pada umumnya beriklim tropis dengan suhu rata-rata antara 25,8 °C – 28,3 °C. Secara rata-rata, banyaknya hari hujan tiap bulan pada tahun 2018 adalah 14 hari dengan rata-rata curah hujan 168,68 mm. Curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Januari sebesar 335,9 mm dengan jumlah hari hujan sebesar 22 hari hujan.

PemerintahanSunting

Untuk menjalanakan fungsi Pemerintahan. Administrasi Pemerintahan di Kecamatan Batukara di bagi menjadi beberapa wilayah administrasi Desa. Di mana Tiap Desa ini masing-masing dipimpin oleh kepala Desa. Selain itu pula, di level bawah, administrasi di tiap Desa dibagi menjadi Rukun Tetangga dan juga Lingkungan/dusun. Pada tahun 2018 terdapat 8 dusun/lingkungan dan terdapat 8 RT.

Berikut daftar desa di kecamatan batukara :

  1. Baluara memiliki 2 dusun dan 2 RT.
  2. Moolo memiliki 2 dusun dan 2 RT.
  3. Lanobake memiliki 2 Dusun dan 2 RT.
  4. Bone-Bone memiliki 2 Dusun dan 2 RT.

KependudukanSunting

Penduduk Kecamatan Batukara telah mencapai 2.533 jiwa pada tahun 2018 yang terdiri dari 1.215 jiwa laki–laki dan 1.318 jiwa perempuan dengan rumah tangga sebesar 581 rumah tangga. Sementara itu besarnya angka rasio jenis kelamin tahun 2018 penduduk laki laki terhadap penduduk perempuan adalah sebesar 92.

Kepadatan penduduk di kecamatan Batukara tahun 2018 mencapai 37 jiwa/km2 dengan rata-rata jumlah penduduk per rumah tangga 4 orang. Kepadatan penduduk di 4 desa cukup beragam dengan kepadatan penduduk tertinggi terletak di desa Baluara dengan kepadatan sebesar 59 jiwa/km2.

Berikut Jumlah penduduk berdasarkan desa di kecamatan batukara :

  1. Baluara, luas 9,86 km2, penduduk 584 jiwa, kepadatan 59 jiwa/km2.
  2. Moolo, luas 25,64 km2, penduduk 954 jiwa, kepadatan 37 jiwa/km2.
  3. Lanobake, luas 19,81 km2, penduduk 510 jiwa, kepadatan 26 jiwa/km2.
  4. Bone-Bone, luas 13,58 km2, penduduk 485 jiwa, kepadatan 36 jiwa/km2.

SosialSunting

Pelaksanaan pembangunan pendidikan di Kecamatan Batukara selama ini mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Indikator yang dapat diukur dari beberapa variabel seperti banyaknya sekolah, guru dan murid.

Berdasarkan PP no 74 tahun 2008, bahwa secara nasional standar maksimal rasio murid guru pada tingkat SD, SMP, dan SMA adalah 1:20. Sedangkan berdasarkan Permendiknas No. 41 tahun 2007 standar minimal rasio murid guru pada tingkat SD, SMP, dan SMA adalah berturut-turut 1:28, 1:32, 1:32.

Berdasarkan 2 kriteria tersebut, maka rasio murid guru SD di Kecamatan Batukara sudah memenuhi standar maksimum yang disyaratkan pemerintah. Rasio murid guru SD di Kecamatan Batukara tahun 2018 sebesar 1:12.

Secara umum, di Kecamatan Batukara sekitar 528 balita telah memperoleh imunisasi dasar lengkap yang terdiri dari imunisasi BCG, DPT, Hb, Polio dan Campak di tahun 2018.

PertanianSunting

jenis penggunaan lahan di Kecamatan Batukara antara lain pekarangan / lahan untuk bangunan dan halaman sekitarnya, kebun, ladang, tambak, tanaman kayu – kayuan rakyat, hutan negara, perkebunan dan lain – lain.

Industri dan EnergiSunting

IndustriSunting

Pembangunan di bidang industri ditujukan untuk memperluas kesempatan kerja, meratakan kesempatan berusaha, meningkatkan ekspor, menunjang pembangunan daerah, serta memanfaatkan sumber daya alam dan sumber daya manusia.

Berpijak dari amanat tersebut maka pemerintah daerah Kabupaten Muna memberikan kesempatan seluasluasnya kepada masyarakat untuk membuka berbagai macam kegiatan dalam bidang industri. Termasuk pula pemerintahan Kecamatan Batukara.

Tahun 2018 di Kecamatan Batukara tercatat sekitar sebanyak 98 industri rumah tangga. Industri Makanan/Minuman masih merupakan industri dominan yang ada di Kecamatan Batukara yakni sebanyak 40 usaha industri dengan total tenaga kerja sebanyak 40 orang.

ListrikSunting

Di Kecamatan Batukara keseluruhan sumber energy listrik yang utama berasal dari listrik PLN. Yakni sebanyak 574 rumah tempat tinggal menggunakan listrik PLN sebagai sumber energi utama.

Air MinumSunting

Pemenuhan kebutuhan masyarakat terhadap kebutuhan air bersih yang berdomisili di ibukota Kabupaten Muna sebagian besar dilayani oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Sedangkan bagi masyarakat yang berdomisili di daerah pedesaan umumnya menggunakan air dari sumur, mata air dan air hujan. Untuk itu kegiatan pembangunan air bersih dewasa ini diarahkan pada peningkatan kapasitas dan perluasan jaringan air minum dengan maksimal agar dapat menjangkau masyarakat pedesaan.

Sampai dengan tahun 2018, PDAM belum mampu menyediakan sarana sumber air bagi masyarakat Batukara. Sekitar 541 rumah tangga di Kecamatan Batukara menggunakan mata air Sebagai sumber air minum utamanya. Sisanya sebanyak 33 rumah tangga menggunakan sumur sebagai sumber air minum utama.

PerdaganganSunting

Sektor perdagangan merupakan salah satu sektor yang mampu menggerakkan perekonomian suatu wilayah. Kecamatan Batukara merupakan daerah kepulauan sehingga transaksi yang terjadi sebagian merupakan perdagangan antar pulau Untuk aktivitas jual beli, pasar menjadi tempat dimana aktivitas jual beli terbesar terjadi di Kecamatan Batukara. Di mana sampai dangan tahun 2018 terdapat 4 pasar yang terletak hanya di masing-masing Desa.

Tahun 2018 di Kecamatan Batukara terdapat 65 pedagang eceran yang menjual hasil dagangannya langsung ke konsumen akhir. Terdapat sekitar 65 kios.

TransportasiSunting

Ketersediaan sarana transportasi publik dan pribadi dapat memperlancar kegiatan sosial ekonomi masyarakat. Moda transportasi yang digunakan di Desa pada kecamatan Batukara bisa berupa moda transportasi darat maupun laut. Namun karena keterbatasan data maka yang disajikan pada bagian ini hanya alat transportasi darat. Angkutan darat Terdiri dari kendaraan kendaraan bermotor dan kendaraan tidak bermotor. Jumlah kendaraan bermotor di Kecamatan Batukara dari tahun ke tahun senantiasa mengalami peningkatan.

Pada tahun 2018 jumlah kendaraan di Kecamatan Batukara yaitu truk sebanyak 5 unit, pick up 2 unit, dan 6 ojek.

ReferensiSunting

  1. ^ Data Badan Pusat Statistik Kabupaten Muna Kecamatan Batukara [1]

Templat:Batukara, Muna