Prof., Dr., H., Basir Barthos adalah seorang akademisi Indonesia. Ia merupakan pendiri dan juga Rektor Universitas Borobudur Jakarta (UBJ) yang resmi berdiri pada tahun 1982. Ia juga mengetuai Yayasan Pendidikan Borobudur (YPB) yang mengelola lembaga pendidikan yang didirikannya itu sebelum digantikan oleh putra sulungnya, Bambang Bernanthos.[1]

Basir Barthos
KebangsaanBendera Indonesia Indonesia
PekerjaanPengajar, Rektor
Suami/istriRohana Suganda
AnakBambang Bernanthos

Universitas Borobudur JakartaSunting

Pendirian Universitas Borobudur oleh Basir Barthos bermula dari mengontrak sebuah SD Negeri di jalan Matraman Raya, Jakarta Pusat. Di lokasi SD Negeri itu ia mendirikan lembaga pendidikan Borobudur yang terdiri dari 3 unit akademi pada tahun 1972. Ke-tiga akademi tersebut yang terdiri dari Akademi Akuntansi Borobudur, Akademi Keuangan dan Perbankan Borobudur, dan Akademi Bahasa Asing Borobudur dikelola oleh Yayasan Pendidikan Borobudur (YPB) yang berdiri sejak 11 Maret 1971 dan diketuai langsung oleh Basir Barthos.

Akademi yang didirikannya itu mengalami perkembangan dari tahun ke tahun dan kemudian statusnya-pun ditingkatkan menjadi Universitas Borobudur yang diresmikan pada tahun 1982. Karena lokasi yang tidak memadai lagi, akhirnya universitas tersebut dipindahkan ke Jalan Raya Kalimalang, Jakarta Timur diatas tanah seluas 4 hektare. Saat ini, UBJ menaungi tidak kurang dari 8000 orang mahasiswa dan 200 orang dosen tetap serta 300 orang karyawan. Sedangkan fakultas yang ada, diantaranya Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum, Fakultas Teknik, Fakultas Pertanian, dan Fakultas Ilmu Komputer serta beberapa akademi, yaitu Akademi Akuntansi, Akademi Keuangan dan Perbankan, Akademi Bahasa Asing, Teknik Komputer, dan Manajemen Informatika Borobudur.[2]

KeluargaSunting

Basir Barthos menikah dengan seorang wanita Sunda, Rohana Suganda dan telah dikaruniai tujuh orang anak. Anak sulung mereka, Bambang Bernanthos mengikuti jejak ayahnya dengan menjadi penggiat dunia pendidikan dan menjadi Ketua Yayasan Pendidikan Borobudur serta berbagai kegiatan lainnya di dunia pendidikan.

ReferensiSunting