Barang modal adalah barang tahan lama yang digunakan dalam produksi barang atau pelayanan. Barang modal adalah salah satu dari tiga barang produsen dengan dua lainnya adalah tanah dan pekerja. Ketiganya dikenal sebagai faktor produksi primer.

Pengelompokan berasal pada zaman ekonomi klasik dan tetap menjadi cara pengelompokan yang dominan.

Banyak pengertian dan gambaran mengenai produksi barang modal yang telah diajukan dalam bacaan. Barang modal pada umumnya dianggap sebagai satu di antara produk intensif modal yang terdiri dari banyak bagian. Mereka sering kali digunakan sebagai sistem perpabrikan atau layanan itu sendiri.

Contohnya melipuri sistem penyimpanan dan penerimaan otomatis, peralatan uji coba otomatis, kapal perang, sistem bagasi, pusat data, alat pembor minyak, peralatan roller coaster, pabrik pembuatan semikonduktor, dan turbin angin. Produksinya sering ditata dalam bentuk proek dengan beberapa pihak bekerja sama dalam jaringan. Daur hidup barang modal pada umumnya terdiri dari tawaran, teknik dan pembelian, pabrik, komisi, perawatan, dan terkadang dekomisi.[1][2]

RujukanSunting

  1. ^ Blanchard B.S. (1997). An enhanced approach for implementing total productive maintenance in the manufacturing environment. J Qual Maint Eng 3(2):69–80; Hicks C., Earl C.F., McGovern T. (2000). An analysis of company structure and business processes in the capital goods industry in the UK. IEEE Trans Eng Manag 47(4):414–423; Hobday M. (1998). Product complexity, innovation and industrial organisation. Res Policy 26(6):689–710; Vianello G, Ahmed S (2008). Engineering changes during the service phase. In: Proceedings of the ASME 2008 design engineering technical conference, New York.
  2. ^ Jasper Veldman, Alex Alblas. (2012). Managing design variety, process variety and engineering change: a case study of two capital good firms. Research in Engineering Design 23 (4) 269–290.