Bahasa Aram Timur

Bahasa Aram Timur adalah ragam utama bahasa Aram yang dituturkan di Mesopotamia (Irak, Turki tenggara, Suriah timur laut, dan Iran barat). Ragam utama lainnya, yaitu bahasa Aram Barat, dituturkan di Syam (Suriah dan Lebanon). Sebagian besar penuturnya adalah bersuku Asyur, dan minoritas Yahudi, serta Manda.

Aram Timur
Letak
persebaran
Mesopotamia (Irak), Suriah timur, Turki selatan, Iran barat daya[1]
Penggolongan
bahasa
Afroasiatik
Subbagian
Glottologeast2680

PenuturSunting

Jumlah penutur fasih bahasa ini berkisar antara sekitar 575.000 hingga 1.000.000, dengan dialek utamanya, yaitu bahasa Aram Asyur (235.000 jiwa), Khaldea (216.000 jiwa), dan Surayt/Turoyo (250.000 jiwa),[2] bersama dengan sejumlah dialek kecil lainnya, tidak lebih dari 10.000 jiwa.

Terlepas dari penamaan sesuai keagamaan, dialek-dialek itu tidak terbatas pada gereja-gereja tertentu; Aram Baru Kasdim dituturkan oleh anggota Gereja Katolik Kasdim, Gereja Timur Asyur, Gereja Ortodoks Suriah, gereja Protestan Asyur, dan Aram Baru Asyur dan Turoyo diucapkan oleh anggota Gereja Katolik Kasdim, dll.[3][4]

Selain itu, ada sekitar 25.000 penutur bahasa Aram Yahudi, dan 5000 penutur fasih bahasa Manda.[5]

Pelajar Talmud secara pasif juga menggunakan bahasa Aram Babel Yahudi, sebanyak ratusan ribu pengguna yang tergolong bahasa kedua, ketiga, atau seterusnya.

SejarahSunting

Pada masa lampau, ragam Aram timur lebih dominan, terlebih pernah menjadi bahasa pemerintahan di Kerajaan Asyur Baru dan Persia Akhemeniyah, kemudian digantikan oleh bahasa Yunani dan Persia, tetapi bahasa Aram Timur terus digunakan oleh sebagian penduduk Mesopotamia.

Di Asyur, Irak utara modern saat ini, Turki tenggara, dan Suriah timur laut, dialek lokal Aram timur, dikenal sebagai bahasa Suryani (istilah Suryani dan Suriah awalnya merupakan kata Indo-Eropa dari Asyur) telah muncul pada abad ke-5 SM, dan antara abad ke-1 dan ke-4 M menjadi bahasa baku dan resmi di antara pemeluk Gereja Asiria Timur, yang digunakan di Peshitta dan oleh penyair bernama Efrem, dan di mazhab Edessa dan Nisibis, an kemudian oleh orang-orang Kristen Santo Tomas di India.

Di Babel (Irak selatan), mazhab rabbi berkembang, menghasilkan Targumim dan Talmud, menjadikan Aram Timur sebagai bahasa keilmuan Yahudi.

Bahasa Aram yang dituturkan oleh orang-orang Manda di Khuzestan dan Irak, juga dikenal sebagai bahasa Manda, menjadi bahasa liturgi agama tersebut.

Aram Timur telah banyak mempengaruhi Aram Barat di Syam, dan tiga bahasa klasik yang diuraikan di atas juga telah mempengaruhi banyak varietas vernakular Aram Timur, beberapa di antaranya digunakan hingga hari ini, sebagian besar oleh suku Asyur dan Manda (lihat Bahasa Aram Baru). Sejak Penaklukan Persia oleh Muslim pada abad ke-7, sebagian besar penduduk Timur Tengah telah mengalami pergeseran bahasa secara bertahap ke bahasa Arab.

Namun masih ada sekitar 550.000 - 1.000.000 penutur yang fasih di antara suku Asyur di Irak utara, Suriah timur laut, Turki tenggara, dan Iran barat, serta komunitas migran kecil di Lebanon, Israel, Yordania, Armenia, Georgia, Rusia selatan, dan Azerbaijan. Sebagian besar dari mereka adalah anggota Gereja Asyur Timur, Gereja Ortodoks Suriah, Gereja Katolik Kaldea, Gereja Timur Kuno, Gereja Pentakosta Asyur, dan Gereja Evangelikal Asyur.

ReferensiSunting

  1. ^ "Mesopotamian Languages — Department of Archaeology". www.arch.cam.ac.uk. 
  2. ^ "Did you know | Aramaic Online". 
  3. ^ Turoyo at Ethnologue (17th ed., 2013)
  4. ^ *MacDonald, Kevin (2004-07-29). "Socialization for Ingroup Identity among Assyrians in the United States". Paper presented at a symposium on socialization for ingroup identity at the meetings of the International Society for Human Ethology, Ghent, Belgium. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-06-10. Based on interviews with community informants, this paper explores socialization for ingroup identity and endogamy among Assyrians in the United States. The Assyrians descent from the population of ancient Assyria (founded in the 24th century BC), and have lived as a linguistic, political, religious, and ethnic minority in Iraq, Iran, Syria and Turkey since the fall of the Assyrian Empire in 608 BC. Practices that maintain ethnic and cultural continuity in the Near East, the United States and elsewhere include language and residential patterns, ethnically based Christian churches characterized by unique holidays and rites, and culturally specific practices related to life-cycle events and food preparation. The interviews probe parental attitudes and practices related to ethnic identity and encouragement of endogamy. Results are being analyzed. 
  5. ^ Modern Mandaic at Ethnologue (19th ed., 2016)