Analisis koliform

Analisis koliform adalah analisis bakteri yang dilakukan pada badan air yang telah tercemar, Hal ini dikarenakan sekitar 90% bakteri koliform dikeluarkan dari dalam tubuh setiap hari dan bakteri yang paling dominan ditemukan adalah Escherichia coli penyebab diare sehingga pencemaran limbah domestik dapat dideteksi dengan cara menghitung kepadatan koliform yang terbawa oleh tinja manusia dan masuk ke dalam perairan.[1][2] Bakteri koliform merupakan anggota bakteri Gram Negatif berbentuk batang dan beberapa diantaranya ada yang berbentuk galur. Bakteri koliform adalah bakteri yang masuk pada golongan bakteri intensial (hidup dalam pencernaan manusia), keberadaan bakteri ini menjadi fekal karena adanya pencemaran bakteri patogen, contoh bakteri koliform lainnya yaitu Entereobacter aerogenes. [3]

MetodeSunting

Metode MPN 5 Tabung yaitu metode statistik berbasis teori kemungkinan, beberapa tabung dibuat seri dalam tingkat pengenceran yang berbeda sampai didapatkan konsentrasi mikroorganisme yang sesuai untuk ditanam pada media sehingga menghasilkan pertumbuhan positif.[4] Metode MPN terdiri dari 3 tahapan yaitu:

  1. Uji pendugaan (presumtive test), uji ini untuk mendeteksi keberadaan bakteri koliform.[3]
  2. Uji konfirmasi (confirmed test), uji ini untuk mengetes kembali kebenaran adanya bakteri koliform dengan bantuan medium selektif diferensial.[3]
  3. Uji kelengkapan (completed test), uji ini untuk melengkapi hasil tes uji konfirmasi dengan mendeteksi sifat fermentatif serta pengamatan bakteri koliform.[3]

Luaran dari uji MPN adalah nilai MPN, Nilai MPN merupakan perkiraan jumlah unit tumbuh atau unit pembentukan koloni pada sampel. Satuan nilai MPN umunya per 100 mL atau per gram[3]

Adapun metode penentuan bakteri koliform dan Escherichia coli secara lengkap menggunakan metode MPN diantaranya:

  1. Uji pendahuluan atau pendugaan (persumtive test) koliform. Pada uji ini langkah pertama yaitu persiapan larutan pengencer trisalt pengenceran sampai 10-1 sampai 10-3 lalu menghomogenkannya, serta 9 tabung LTB yang berisi tabung durham untuk 1 sampel. 1 ml air sampel dimasukan kedalam tabung 10-1 kemudian mengocok dengan bantuan vortex sampai homogen. 1 ml dari tabung 10-1 diambil dan dimasukan kedalam tabung 10-3 seterusnya sampai tabung 10-3. memindahkan 1 ml larutan dari setiap pengenceran menggunakan pipet steril ke setiap tabung 3 tabung LTB, sampai tabung ke enam. Kemudian melakukan inkubasi tabung-tabung tersebut pada suhu 30oC selama 24-48 jam. Tabung durham yang menghasilkan gelembung merupakan tabung positif.[5]
  2. Uji konfirmasi atau penegasan (confirmative test) koliform. pada uji ini bakteri yang telah dibiakan dipindahkan dari tabung LTB positif menggunakan jaru, inokulasi ke tabung media BGLB (Briliant Green Lactose Bile) both 2% yang berisi tabung durham. kemudian dilakukan inkubasi selama 24-48 jam bersuhu 35oC. tabung positif menunjukkan adanya gas pada tabung durham. kemudian mencocokan jumlah tabung yang positif dengan nilai pada tabel MPN untuk melihat jumlah koliform pada sampel.[5]
  3. Uji pendugaan E. coli. Pada uji ini biakan dipindahkan dengan jarum inokulasi dari setiap tabung BGLB yang positif kedalam tabung berisi media EC Borth yang telah diisi tabung durham. Tabung-tabung EC broth di inkubasi selama 24-48 jam dengan suhu 45.5oC. Setelah 48 jam akan terlihat tabung yang positif adanya bakteri E. coli akan menghasilkan gelembung pada tabung durham.[5]
  4. Uji penegasan E. coli. Pada uji ini tabung-tabung EC Broth yang positif digoreskan pada media LEMB diameter 3 mm, lalu menginkubasi selama 18-24 jam pada suhu 35oC. Hasilnya akan tumbuh koloni E. coli dengan ciri berwarna hitam atau gelap pada bagian pusat koloni dengan atau tanpa metalik kehijauan.[5]

ReferensiSunting

  1. ^ Khotimah, Lailatul (2016). "ANALISIS CEMARAN BAKTERI Coliform DAN IDENTIFIKASI Escherichia coli PADA ES BATU KRISTAL DAN ES BALOK DI KELURAHAN CIBUBUR" (PDF). UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA.  line feed character di |title= pada posisi 115 (bantuan)
  2. ^ Wuryastuti dkk, Hastari (2000). "Analisis Bakteri Coliform dalam Air Sumur dan Kemungkinan Efek Biopatologik". JSV (Jurnal Sain Veteriner). 18 (1). 
  3. ^ a b c d e Murti, Krisna (2005). "Ada Coliform di Water Tap ITP ? (1)". Institut Teknologi Bandung. 
  4. ^ Handayani, Novaria Irnaning (2016). "Komparasi Analisis Total Coliform dan Coli Tinja dengan Menggunakan Metode Most Probable Number (MPN) 5 Tabung dan Enzim Substrat". Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri. 7 (2). doi:ttp://dx.doi.org/10.21771/jrtppi.2016.v7.no2.p105-112 Periksa nilai |doi= (bantuan). 
  5. ^ a b c d Widyaningsih, Wiwid (2016). "ANALISIS TOTAL BAKTERI COLIFORM DI PERAIRAN MUARA KALI WISO JEPARA". Diponegoro Journal of Maquares. 5 (3).