Aksara Cham atau aksara Campa adalah sebuah aksara abugida yang digunakan untuk menulis bahasa Campa, sebuah bahasa Austronesia yang dituturkan oleh sekitar 230.000 orang Campa di Vietnam dan Kamboja. Aksara ini ditulis secara mendatar, dari kiri ke kanan.

Cham
Jenis aksara
BahasaCham
Periode
abad ke-8–sekarang
Arah penulisanKiri ke kanan
Aksara terkait
Silsilah
Menurut hipotesis hubungan antara abjad Aramea dengan Brahmi, maka silsilahnya sebagai berikut:
Dari aksara Brahmi diturunkanlah:
ISO 15924
ISO 15924Cham, 358 Sunting ini di Wikidata, ​Cham
Pengkodean Unicode
Nama Unicode
Cham
U+AA00–U+AA5F
 Artikel ini mengandung transkripsi fonetik dalam Alfabet Fonetik Internasional (IPA). Untuk bantuan dalam membaca simbol IPA, lihat Bantuan:IPA. Untuk penjelasan perbedaan [ ], / / dan  , Lihat IPA § Tanda kurung dan delimitasi transkripsi.
Potret tulisan pada prasasti Po Nagar, 965. prasasti ini menggambarkan prestasi oleh raja-raja Champa.
Sebuah naskah Champa menceritakan sosial budaya masyarakat Cham dari awal abad 18

Sejarah sunting

Aksara Cham adalah turunan dari aksara Brahmi di India. Cham adalah salah satu aksara pertama yang dikembangkan dari aksara Brahmi di India selatan yang disebut aksara Grantha sekitar tahun 200 M. Aksara tersebut datang ke Asia Tenggara sebagai bagian dari perluasan agama Hindu dan Buddha. Batu candi hindu dari peradaban Champa terdapat batu prasasti baik dalam bahasa Sanskerta dan Cham.[1] Prasasti paling awal di Vietnam ditemukan di Mỹ Sơn, sebuah kompleks candi yang tertanggal sekitar 400 M. Prasasti tertua ditulis dalam bahasa Sanskerta rusak. Setelah ini, prasasti beralih antara bahasa Sanskerta dan Cham pada saat itu.[2]

Raja-raja Cham mempelajari teks-teks klasik India seperti Dharmaśāstra dan prasasti mengacu pada sastra Sanskerta. Akhirnya, ketika bahasa Cham dan Sanskerta memengaruhi satu sama lain, budaya Cham berasimilasi dengan Hindu, dan orang Cham akhirnya mampu secara memadai mengungkapkan agama Hindu dalam bahasa mereka sendiri.[2]

Penggunaan sunting

Aksara ini sangat dihargai dalam budaya Cham, tetapi ini tidak berarti bahwa banyak orang yang mempelajarinya. Ada upaya untuk menyederhanakan ejaan dan untuk mempromosikan pembelajaran aksara ini, tetapi hal ini menemui keberhasilan yang terbatas.[3] Secara tradisional, anak laki-laki belajar aksara ini sekitar usia dua belas tahun ketika mereka dewasa dan cukup kuat untuk memelihara kerbau. Namun, perempuan dan anak perempuan biasanya tidak belajar membaca.[4] Aksara tradisional Cham masih dikenal dan digunakan oleh Cham Timur Vietnam tetapi tidak lagi oleh Cham Barat.[5]

Struktur sunting

Sebagai abugida, Cham menulis konsonan individu dilengkapi dengan diakritik yang harus ditempelkan ke konsonan.

 
Aksara Cham Timur

Kebanyakan huruf konsonan, seperti [b], [t], atau [p], sudah terdapat vokal inheren [a] yang tidak perlu ditulis. Konsonan nasal, [m], [n], [ɲ], dan [ŋ] (dua terakhir ditransliterasikan sebagai nh and ng dalam alfabet Latin) merupakan pengecualian, dan memiliki vokal inheren [ɨ] (ditransliterasikan sebagai eu). Sebuah diakritik yang disebut kai, yang tidak terjadi dengan konsonan lain, ditambahkan di bawah konsonan nasal untuk menulis vokal [a].[4]

Cham words contain vowel and consonant-vowel (V and CV) syllables, apart from the last, which may also be CVC. There are a few characters for final consonants in the Cham script; other consonants merely extend a longer tail on the right side to indicate the absence of a final vowel.[4]

Referensi sunting

  1. ^ Thurgood, Graham.
  2. ^ a b Claude, Jacques.
  3. ^ Blood 1980a,b, 2008, Brunelle 2008.
  4. ^ a b c Blood, Doris E. "The Script as a Cohesive Factor in Cham Society".
  5. ^ Akbar Husain, Wim Swann Horizons of Spiritual Psychology 2009 - Page 28 "The traditional Cham script, based on an Indian script, is still known and used by the Eastern Cham in Vietnam, but it has been lost by the Western Cham.

Bacaan lebih lanjut sunting

  • Etienne Aymonier, Antoine Cabaton (1906). Dictionnaire čam-français. Volume 7 of Publications de l'École française d'Extrême-Orient. E. Leroux. Diakses tanggal 2011-05-15. 
  • Blood, Doris (1980a). Cham literacy: the struggle between old and new (a case study). Notes on Literacy 12, 6-9.
  • Blood, Doris (1980b). The script as a cohesive factor in Cham society. In Notes from Indochina, Marilyn Gregersen and Dorothy Thomas (eds.), 35-44. Dallas: International Museum of Cultures.
  • Blood, Doris E. 2008. The ascendancy of the Cham script: how a literacy workshop became the catalyst. International Journal of the Sociology of Language 192:45-56.
  • Brunell, Marc. 2008. Diglossia, Bilingualism, and the Revitalization of Written Eastern Cham. Language Documentation and Conservation 2.1: 28-46. (Web based journal)
  • Moussay, Gerard (1971). Dictionnaire Cam-Vietnamien-Français. Phan Rang: Centre Culturel Cam.
  • Trankell, Ing-Britt and Jan Ovesen (2004). Muslim minorities in Cambodia. NIASnytt 4, 22-24. (Also on Web)

Pranala luar sunting