Buka menu utama

Adjim Arijadi (lahir di Mali-Mali, Karang Intan, Banjar, Kalimantan Selatan, 7 Juli 1940; umur 79 tahun) adalah sastrawan dan budayawan Indonesia. Ia bergelar Datuk Mangku Adat Kesultanan Banjar dan menjabat sekretaris Lembaga Budaya Banjar.[1] Ia dikenal juga sebagai Bapak Teater Modern Kalsel.[2]

Adjim Arijadi
Lahir7 Juli 1940 (umur 79)
Mali-Mali, Karang Intan, Banjar, Kalimantan Selatan
Kebangsaan Indonesia
AlmamaterAkademi Seni Drama dan Film (ASDRAFI) Yogyakarta
Dikenal atasSastrawan, Budayawan

RiwayatSunting

Pendidikan formal yang pernah ia tempuh yaitu SR, SGB, SGA dan Akademi Seni Drama dan Film (ASDRAFI) Yogyakarta. Ia mulai menulis puisi, cerpen, esai, naskah drama, dan naskah sinetron sejak tahun 1966. Publikasi karya sastranya antara lain di SKH Duta Masyarakat Yogyakarta (pengasuh rubrik Duta Budaya), SKH Pelopor Yogyakarta, SKH Masa Kini Yogyakarta, SKH Suara Kalimantan Banjarmasin, SKH Banjarmasin Post, SKM Media Masyarakat, Majalah Bandarmasih Banjarmasin, dan SKH Radar Banjarmasin. Antologi puisinya yang sudah terbit antara lain Kapal Lautku (Banjarmasin, 2006). Antologi puisi bersama yang ikut memuat puisi-puisinya antara lain:

  • Jejak Berlari (Banjarmasin, 1972)
  • Air Bah (Banjarmasin, 1972)
  • Panorama (Banjarmasin, 1974)
  • Dengar Bicara Kami (Banjarmasin, 1984)
  • Terimal (Banjarmasin, 1984)
  • Festival Puisi Kalimantan (Tajuddin Noor Ganie, Banjarmasin, 1992)
  • Ritus Kata dan Ritus Warna (Yogyakarta, 1994)
  • Jendela Tanah Air (Banjarmasin, 1995)
  • Tadarus Puisi (Banjarmasin, 1996)
  • Sajak Sajak Kemerdekaan (Banjarmasin, 2006)
  • Seribu Sungai Paris Barantai (Kotabaru, 2006)

Pada tanggal 1 November 1967, ia dan kawan-kawannya mendirikan Kelompok Studi Seni Sanggar Budaya Banjarmasin. Selain menjadi ketua, ia juga menjadi penulis naskah drama, dan pelatih drama di Sanggar Budaya Banjarmasin. Sehubungan dengan prestasi, reputasi, dan dedikasinya yang luar biasa di bidang seni drama ini, maka pada tahun 1974, ia menerima hadiah seni bidang drama dari Gubernur Kalsel Soebardjo Soerjosaro. Naskah dramanya yang sudah dipentaskan di berbagai pangung pertunjukan selama kurun waktu 1963-2007 antara lain:

  • Haram Manyarah (1963)
  • Demang Lehman (1964)
  • Laki-laki di Rumah Itu (1964)
  • Bulan Emas di Jendela Kakek (1967)
  • Titik Embun di Sahara (1970)
  • Batu Intan (1971)
  • Matahari Malam (1974)
  • Luka Luka (1975)
  • Istana Kertas Putih (1979)
  • Masjid (1979)
  • Perang Banjar Hampir Berakhir (1980)
  • Halilintar Perang Banjar (1980)
  • Sampah Negeri (1982)
  • Terbelenggu (1983)
  • Sembilu Haram Manyarah (1983)
  • Bumi Kereta (1988)
  • Saruni (1989)
  • Pesta Jodoh (1990)
  • Engken Barajut (1990)
  • Kosong Kosong (1995)
  • Langkah Langkah Pahlawan Kita (1997)
  • Pratala Kara Markara (2000)
  • Kicaka di Negara (2002)

Naskah sinetron garapannya yang sudah ditayangkan di TVRI Banjarmasin dan TVRI Jakarta antara lain:

  • Lambung mangkurat (6 episode)
  • Junjung Buih (6 episode)
  • Dokter Hayati (6 episode)

ReferensiSunting

  1. ^ Gelar SBY Tak Politis - kalsel.antarnews.com, diakses 30 Maret 2014.
  2. ^ Sempurnakan Naskah Lewat Latihan - kalteng.tribunnews.com, diakses 30 Maret 2014.