Buka menu utama

Sehzade Cihangir (1531–1553) adalah putra bungsu Hurrem Sultan dari Sultan Suleiman I. Sejak kelahirannya ia telah bergulat dengan banyak masalah, salah satunya penyakit bungkuknya. Ia mendedikasikan dirinya sebagai penasehat kerajaan, dimana dari usia kecilnya ia banyak belajar dari banyak buku pengetahuan dan menjadi bijaksana. Ia sadar bahwa sebagai pangeran yang tidak sempurna ia tidak mungkin meneruskan tahta ayahnya, dan tidak diangkat menjadi gubernur sebuah provinsi. Kebijaksanaa Sehzade Cihangir membawanya kepada kesetiaan Sehzade Mustafa, bahkan ia tidak mempercayai ibundanya Hurrem Sultan dan saudara saudaranya. Ia menjadi mata mata Sehzade Mustafa saat mustafa diasingkan dari Harrem. Atas perintah Suleiman I Mimar Sinan merancang mesjid megah untuk tempat peristirahatan terakirnya setelah kematiannya.

Sehzade Cihangir
Lahir9 December 1531
Istanbul, Ottoman
Wafat27 November 1553 (aged 21)
Aleppo, Ottoman
Pemakaman
AyahSuleiman I
IbuHürrem Sultan
AgamaIslam