Zerwanisme adalah bagian dari cabang paham Zoroastrianisme yang mendewakan Zerwan sebagai dewa pencipata atau prinsip utama, tetapi aliran ini kini telah punah.[1]

Kerajaan Sasanid, tempat para penganut Zerwanisme. (c. 610 CE)

Dalam paham Zerwanisme, Zerwan adalah dewa dari ruang dan waktu yang tanpa batas dan juga entitas aka (“satu”,”sendiri”) dari segala hal.[2]Zerwan merupakan orang tua dari dua dewa, kebaikan Ahura Mazda dan dewa kejahatab Angra Mainyu.[1] Zerwan di sini dianggap sebagai dewa yang netral, keberadaan tanpa kelamin, tanpa nafsu, dan satu-satunya yang tidak memiliki sifat baik maupun jahat.[1] Dia juga merupakan dewa takdir, cahaya dan kegelapan.[1] Zurvan is also the god of destiny, light and darkness.[2] Zerwan juga merupakan kata serapan yang dinormalisasi, yang dalam periode pertengahan Persia disebut Zurvān, Zruvān atau Zarvān. Nama dari periode Persia tengah diambil dari kitab Avesta zruvan-, yang berarti "waktu" atau "usia tua".[2] Penganut Zerwan menganggap Ahura Mazda dan Spenta Mainyu sebagai dewa satu namun terpisah di bawah kekuasaan Zerwan.[2]

RujukanSunting

  1. ^ a b c d Shadily, Hassan.Ensiklopedia Indonesia. Jakarta:Ichtiar Baru Van Hoeve.
  2. ^ a b c d Boyce, Mary (1957). "Some reflections on Zurvanism". Bulletin of the School of Oriental and African Studies. London: SOAS. 19/2: 304–316.