Yannus Sufandi (lahir di Yogyakarta, 2 Januari 1980; umur 40 tahun) adalah dancer, koreografer, dan aktor asal Indonesia berkebangsaan Australia. Namanya mulai dikenal secara luas ketika menjadi penata tari untuk kompetisi Indonesia's Got Talent yang ditayangkan oleh stasiun SCTV. Yanus merupakan salah satu atlet renang yang pernah mewakili Indonesia meraih berbagai kejuaraan di Asia, Pasifik, dan Australia.

Yannus Sufandi
Yannus Sufandi.jpg
Nama lahir Yannus Sufandi
Lahir 2 Januari 1980 (umur 40)
Bendera Indonesia Yogyakarta, Indonesia
Kebangsaan Bendera Australia Australia
Pekerjaan Dancer, koreografer, aktor
Tahun aktif 1996 - sekarang
Orang tua Tirto Subiarto
Mety Liliana

BiografiSunting

Yanus Sufandi lahir di Yogyakarta. Sempat mengenyam pendidikan dasar di kota Pelajar, Yogyakarta. Tercatat ia pernah menjadi atlet renang dan meraih juara di beberapa kompetisi kawasan Asia, Pasifik, hingga Australia mewakili Indonesia. Di usia 12 tahun, ia harus meninggalkan negeri kelahirannya karena kedua orangtuanya berpisah kemudian pindah ke Australia mengikuti sang ibu. Tak hanya domisili, bersama sang ibu, ia juga berganti kewarganegaraan menjadi warga negara Australia. Di Australia, ia mencoba mewujudkan impiannya menjadi actor & penari. Selain belajar acting & menari modern di sekolah formal, dia juga belajar menari secara autodidak Yannus mulai masuk di bidang entertainment profesionally dari tahun 1997. Sambil kerja, ia membuat kelas tari mulai tahun 2000. Ia pernah menjadi penari latar dan koreografer sejumlah penyanyi Australia, menjadi model, dan bintang iklan. Namun dunia olahraga yang pernah membesarkan namanya tidak ditinggalkannya begitu saja. Ia menjadi salah satu anggota tim basket negara bagian New South Wales, Australia.

Yakin dengan dunia tari dan modeling, ia kemudian memutuskan hijrah ke Amerika Serikat setelah menamatkan kursus singkat seni peran di National Institute of Dramatic Arts/NIDA di Sydney, Australia. Usianya kala itu baru 19 tahun. Dengan berbekal uang hasil jerih payahnya bekerja di dunia seni, ia mulai mencari pekerjaan sambil sekolah tari. Di sana, dia bergabung ke Broadway Dance Center, New York. Seperti di Australia, ia pun membuka kelas kecil bagi siapa saja yang ingin menari. Supaya bisa lebih dikenal, ia pun sering mengikuti audisi penari untuk penyanyi-penyanyi terkenal. Sebagai penari baru di Amerika Serikat, terpilih menjadi salah satu penari untuk penyanyi papan atas dunia menjadi kebanggan tersendiri.

Yannus sudah tinggal di New York & LA keluar masuk dari tahun 2002, kerja di Malaysia, Taiwan, China di mana mana, tetapi bikin keputusan 2010 untuk di LA sebagai base nya. Keberuntungan pun akhirnya berpihak kepadanya, ketika pada tahun 2010, ia mengikuti audisi untuk penyanyi Pink. Ketika itu ia terpilih menjadi salah satu penari dari sekitar 600 orang yang mengikuti audisi. Di ajang American Music Awards 2010 ia mengiringi penampilan Pink. Perjalanan kariernya pun semakin menanjak. Tahun 2011, ia menjadi salah satu anggota tim penari utama Jennifer Lopez, tetapi ia memilih mundur menolak tawaran untuk ikut tur keliling bersama JLo. Sementara itu kariernya di dunia hiburan Amerika Serikat juga semakin cemerlang. Ia tidak hanya banyak mendapat pekerjaan sebagai model iklan produk-produk berkelas, ia pun laris tampil di majalah dan catwalk. Sebagai koreografer, ia juga telah dipercaya menangani koreografi acara-acara ''Nickelodeon Kids Choice Awards'' Australia, ''So You Think You Can Dance'' Australia dan Malaysia, ''The X Factor'' Amerika Serikat, dan ''The Voice'' di NBC. Tahun 2011 ia juga membintangi film ''The Hotel'', berperan sebagai penari. Meski mimpinya sudah menjadi kenyataan dan juga telah memiliki reputasi internasional, bahkan di beberapa bidang sekaligus. Namun ternyata ia selalu menyimpan kerinduan pada negeri kelahirannya. Meskipun bukan lagi WNI, ia ingin berbagi pengalaman dan inspirasi pada masyarakat Indonesia. Didorong keinginan itulah ia kemudian mencari cara untuk bekerja di Indonesia. Akhirnya jalan itu terbuka saat ia bekerja di Malaysia. Salah satu koleganya memperkenalkannya dengan pihak Freemantle Media Indonesia. Ia langsung menawarkan diri sebagai ''creative director'', kemudian dipercaya menangani acara Indonesia Got Talent 2014.

FilmografiSunting

AcaraSunting

PendidikanSunting

  • SD Tarakanita (Yogyakarta)
  • Lucas Heights (Sydney Australia)
  • " Gymea High School (Sydney Australia)
  • ' Chatswood High School (Sydney Australia
  • Margie Haber Acting Studios, The Groundlings Theatre & School Improv (Los Angeles, Amerika Serikat)
  • Actors Centre Power Of Acting (Sydney, Australia)
  • National Institute Of Dramatic Arts Short Courses (Sydney, Australia)
  • Broadway Dance Centre (New York, Amerika Serikat

Pranala luarSunting