Whang-od Oggay (lahir 17 Februari 1917) atau dikenal juga dengan nama Maria Oggay adalah seorang seniman tato asal Filipina.[5] Ia merupakan seniman tato tradisional (dalam bahasa Tagalog yaitu mambabatok) terakhir dan tertua. Ia juga merupakan bagian dari suku Butbut, salah satu kelompok etnis di Provinsi Kalinga, Filipina.[6]

Whang-od
Whang-od sedang menato pada 30 Juni 2016
Lahir17 Februari 1917 (umur 107)
Kalinga, Provinsi Pegunungan, Kepulauan Filipina
KebangsaanFilipino
Nama lain
  • Maria Oggay[1]
  • Apo Whang-Od[2]
  • Pengucapan nama alternatif:
    • Whang Od
    • Wang Od
    • Fang-od
    • Whang-ud
Dikenal atasPraktisi tato Kalinga terakhir dan tertua[3][4]
Orang tertua di sampul Vogue
PenghargaanDangal ng Haraya

Pada tahun 2023 bertepatan dengan umurnya yang ke-106 tahun, Whang-od menjadi orang tertua yang berhasil menjadi model sampul majalah Vogue Philippines. Selain itu, pada tahun 2018 ia juga mendapat penghargaan Dangal ng Haraya Award dari National Commission for Culture and the Arts (NCCA). Ia juga dinominasikan sebagai Gaward Manlilikha ng Bayan atau National Living Treasures Award Filipina.[7]

Karier

sunting

Whan-od mulai menato pada usianya yang ke-15 tahun. Di Provinsi Kalingga, tradisi menato tradisional disebut dengan istilah batok. Seni batok ini menggunakan duri yang dicelupkan ke dalam jelaga dan perwarna alami, lalu ditempelkan pada batang bambu. Kemudian, duri tersebut digorekan ke kulit tangan. Whang-od mempelajari seni batok dari ayahnya yang merupakan seorang pentato ulung di Provinsi Kalinga.[8]

Secara tradisi, seni batok hanya ditujukan untuk kaum laki-laki, tetapi ayah Whang-od tidak memberlakukan aturan tersebut kepada anak perempuannya. Setelah Whang-od menjadi seniman tato, aturan tersebut tidak berlaku lagi. Ia justru memilih murid perempuan untuk belajar seni batok. Whang-od telah melakukan seni tato tradisional itu kepada para pria yang telah berhasil melindungi desa dari musuh. Tidak hanya itu, ia juga telah menato pada wanita di suku Butbut, Buskalan. Sebagai seniman tradisional, Whang-od juga melakukan ramalan nasib dan menyanyikan mantra saat proses pembuatan tato. Setiap desain yang dia buat mengandung makna dan simbol kebudayaan sukunya. Sebagai contoh, seorang prajurit yang telah membunuh musuh akan diberi tato bergambar burung elang setelah kembali dari medan perang.[9][10]

Referensi

sunting
  1. ^ Catalan, Maria Elena (October 5, 2016). "Chasing Whang–od, the oldest Kalinga Mangdadamo". Sun Star Baguio. Diakses tanggal February 28, 2017. 
  2. ^ Ratcliffe, Rebecca (April 3, 2023). "Indigenous tattooist becomes Vogue's oldest ever cover star at 106". The Guardian. 
  3. ^ Melanes, Maurice (September 10, 2013). "Skin as archive of history, culture, identity". Philippine Daily Inquirer. Philippines. Diakses tanggal October 19, 2015. 
  4. ^ "Whang-Od". National Geographic. United States. 2014. Diarsipkan dari versi asli tanggal August 3, 2014. Diakses tanggal October 19, 2015. 
  5. ^ Ratcliffe, Rebecca (2023-04-03). "Indigenous tattooist becomes Vogue's oldest ever cover star at 106". The Guardian (dalam bahasa Inggris). ISSN 0261-3077. Diakses tanggal 2023-12-02. 
  6. ^ Almendral, Aurora (2017-05-17). "At 100 or So, She Keeps a Philippine Tattoo Tradition Alive". The New York Times. Diakses tanggal 2023-12-02. 
  7. ^ "Whang-od to receive cultural heritage award from NCCA". cnn (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-12-02. 
  8. ^ "Reviving the art of Filipino tribal tattoos". BBC News (dalam bahasa Inggris). 2014-05-27. Diakses tanggal 2023-12-02. 
  9. ^ Springer, Kate (2017-08-06). "Meet Whang Od Oggay: The Philippines' oldest tattoo artist". CNN (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-12-02. 
  10. ^ "The rebirth of a 1,000-year tradition". www.bbc.com. Diakses tanggal 2023-12-02.