Effendy Agus Hariyanto atau lebih dikenal dengan nama Veven Sp. Wardhana (lahir di Malang, Jawa Timur, 21 Januari 1959 – meninggal di Surabaya, Jawa Timur, 18 Mei 2013 pada umur 54 tahun) adalah penulis sekaligus wartawan berkebangsaan Indonesia. Namanya dikenal melalui karya-karyanya dalam bentuk tulisan prosa dan esai yang tersebar di berbagai media massa. Dia juga merupakan redaktur di sejumlah surat kabar, tabloid, majalah, dan penerbitan.[1][2]

Latar belakangSunting

Veven lahir di Kecamatan Turen, Malang, Jawa Timur, 21 Januari 1959. Menyelesaikan pendidikan di Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (1984). Mengawali karier sebagai wartawan dengan menjabat redaktur di sejumlah surat kabar, tabloid, majalah, dan penerbitan. Veven juga menulis untuk tayangan televisi, antara lain skenario sinetron Sang Pengibar, Sang Pengobar (TVRI, 1997), Miniseri Nyai Dessy, Nyai Imah (TVRI, [[1999]]), naskah Lintasan Sinema Indonesia (TVRI, 1997-2000), RCTI-RCTI (RCTI, 1996-1998), dan Puan (TVRI, 2003-2004). Ia juga terlibat sebagai creative advisory dalam produksi film animasi Hilang Identitas di Metropolitan (2010), yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Jerman, dan Prancis. Selebihnya, ia menjadi penyunting berbagai buku. Di luar dunia kepenulisan, ia juga tercatat aktif di beberapa organisasi yakni, sebagai Senior Advisor untuk program Good Governance in Population Administration (GG PAS) sekaligus Reconstruction and Development of Population Administration in Nanggroe Aceh Darussalam (PAS NAD), dan di Strengthening Women’s civil Rights (SWR), keduanya di bawah BUMN Jerman the Deutsch Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ). beberapa tugas utama yang ia lakukan adalah memoderasi diskusi eksklusif perihal perbandingan hukum sekuler, hukum Islam, dan hukum agama terkait pencatatan sipil yang semuanya kemudian dibukukan dan dideklarasikan dalam Piagam Hak-hak Perempuan di Aceh, November 2008.[3][4][5]

KarierSunting

  • Redaktur tamu rubrik kebudayaan di Harian Berita Nasional, Yogyakarta (1983-1984)
  • Redaktur Majalah Hai (1986-1987),
  • Dewan redaksi Tabloid Monitor (1987-1990)
  • Wakil pemimpin redaksi tabloid Bintang (Oktober 1990)
  • Redaktur pelaksanaan tabloid Citra (1991-1995)
  • Redaktur senior majalah Tiara (1995-1999)
  • Redaktur di Gramedia-Majalah Online (1999- 2003)
  • Redaktur di PT Prima Media Pustaka (2003)
  • Senior Advisor untuk program Good Governance in Population Administration (GG PAS)
  • Reconstruction and Development of Population Administration in Nanggroe Aceh Darussalam (PAS NAD) dan di Strengthening Women’s civil Rights (SWR)

KaryaSunting

  • Budaya Massa dan Pergeseran Masyarakat (Yayasan Bentang Budaya, 1995)
  • Kapitalisme Televisi dan Strategi Budaya Massa (Pustaka Pelajar, 1997)
  • Televisi dan Prasangka Budaya Massa (Media Lintas Inti Nusantara dan Institut Studi Arus Informasi, 2001)
  • Dari Barbar sampai Timor Timur: Mengeja Budaya Massa (Galang Press, 2002)
  • Centeng: Matahari Malam Hari (Gramedia Widiasarna Indonesia, 2002)
  • Panggil Aku: Pheng Hwa (Kepustakaan Populer Gramedia, 2002)
  • Stamboel Selebritas (Kepustakaan Populer Gramedia, 2004)
  • Memburumu, Waktu Demi Waktu (cerpen, 2004)
  • 12:00am (Gagas Media, 2005)
  • Dari Mana Datangnya Mata (Gramedia Pustaka Utama, 2004)
  • Perempuan yang Gagal Jadi Kelelawar (Kepustakaan Populer Gramedia, 2013)
  • Budaya Massa, Agama, Wanita (Kepustakaan Populer Gramedia, 2013),

Sebagai editor:

  • Komunikasi Cinta: Menembus G-Spot Konsumen Indonesia (Djito Kasilo, 2008)
  • Presiden Flamboyan: SBY yang Saya Kenal (Yahya Ombara, 2007)
  • Apa Siapa Alumni ITB: ITB di Pentas Nasional (1998)
  • Menolak Soeharto: Catatan Sebuah Angket (1997)

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Situs resmi Taman Ismail Marzuki, diakses 4 Maret 2015
  2. ^ Penerbit KPG, diakses 4 Maret 2015
  3. ^ Hot Detik: Sastrawan Veven meninggal dunia, diakses 4 Maret 2015
  4. ^ Malam kenangan untuk Veven, diakses 4 Maret 2015
  5. ^ Harian Solo Pos, diakses 4 Maret 2015