Vestigialitas manusia

sifat-sifat manusia yang kehilangan fungsi aslinya melalui evolusi

Dalam konteks evolusi manusia, vestigialitas manusia adalah sifat-sifat (seperti organ atau perilaku) yang ditemui pada manusia dan telah kehilangan semua atau sebagian besar fungsi aslinya melalui evolusi. Meskipun struktur yang disebut vestigial sering tampak tidak berfungsi, struktur vestigial dapat mempertahankan fungsi yang lebih rendah atau mengembangkan fungsi baru yang lebih khas. Dalam beberapa kasus, struktur yang pernah diidentifikasi sebagai vestigial hanya memiliki fungsi yang tidak diketahui. Organ sisa kadang-kadang disebut organ rudimenter.[1]

Otot-otot yang terhubung ke telinga manusia tidak cukup berkembang untuk memiliki mobilitas yang sama seperti yang dimiliki monyet. Panah menunjukkan struktur sisa yang disebut Tuberkel Darwin.

Contoh-contoh vestigialitas manusia sangat banyak, termasuk struktur anatomis (seperti tulang ekor manusia, gigi bungsu, dan sudut dalam mata), perilaku (merinding dan refleks genggaman telapak tangan), serta berkaitan dengan sisi molekuler (misalnya pseudogen). Banyak karakteristik manusia juga bersifat vestigial pada primata lain dan hewan terkait.

ReferensiSunting

Bacaan lanjutanSunting