Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur (buku)

novel kontroversial Muhiddin M Dahlan

Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur! adalah sebuah novel kontroversial yang ditulis oleh Muhiddin M Dahlan yang menceritakan tentang seorang wanita yang memasuki organisasi pejuang negara Islam yang kemudian menemukan kekecewaan di dalamnya sehingga ia beralih menjadi seorang pelacur. Buku ini di tulis dalam rangka memberikan kritik sosial terhadap beberapa organisasi radikal yang mengusung pendirian negara Islam sekaligus cara beragama oknum-oknum mereka yang otoriter dan dogmatis. Buku ini menuai tanggapan dan populer pada tahun 2006 karena isi kritiknya yang mengena dan tajam.[1]

Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur
Cover Izinkan Aku Menjadi Pelacur.png
Poster Cetakan Kedua dari Scripta Manent
PengarangMuhiddin M Dahlan
BahasaBahasa Indonesia
SubjekNovel
GenreSosial
PenerbitScripta Manent
Tanggal terbit
2003
Halaman269
ISBNISBN 979-99461-1-5

SinopsisSunting

Buku ini diawali dengan sebuah cerita seseorang yang bernama Nidah Kirani, salah seorang mahasiswi yang taat beragama dan hidupnya penuh dengan sikap zuhud. Cita-cita dari wanita itu ialah hanya untuk hidup sebagai muslimah yang taat beragama secara kaffah dan menyeluruh. Akhirnya Nidah Kirani memutuskan untuk memasuki organisasi Jemaat Islam. Di tengah perjalanan, wanita itu mendapati kekecewaan besar yang ada pada organisasinya. Dia sering tidak paham dengan beberapa konsep ketuhanan dan sering menanyakannya. Namun, pertanyaan-pertanyaan Nidah hanya dijawab dengan dokrtin yang tertutup sehingga ia merasa tidak puas dengan jawaban yang seperti itu. Dia pun mengalami kekosongan hidup dan kecewa terhadap agamanya. Di dalam kekecewaan yang mendalam itulah, Nidah akhirnya memutuskan untuk masuk ke dalam dunia pelacuran. Dia pun memilih menjadi ayam kampus yang melayani banyak pelanggan. Uniknya, para pelanggan ini adalah kebanyakan dari para politisi di kursi legislatif, baik dari sayap kanan maupun dari sayap kiri. Setiap kali dia melakukan persetubuhan, Nidah sama sekali tak merasa kecewa dan berkata kepada Tuhannya supaya si Tuhan melihat kalau dia berbuat seperti itu karena kekecewaan terhadap agamanya.[2]

Catatan kakiSunting

  1. ^ Mustika, NFN (2016). "EKSISTENSI MENJADI PELACUR DALAM NOVEL TUHAN, IZINKAN AKU MENJADI PELACUR! KARYA MUHIDIN M. DAHLAN". Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kantor Sulawesi Tenggara. 12 (01). 
  2. ^ "PERUBAHAN PERILAKU PADATOKOH UTAMA DALAM NOVEL TUHAN IZINKAN AKU MENJADI PELACUR KARYA MUHIDIN M DAHLAN". Universitas Muhammadiyah Malang. 09 (01). 2010.