Buka menu utama

Transendensi atau transenderemelampaui (Latin) merupakan kesadaran ketuhanan atau kesadaran vertikal manusia, bukan secara agama saja tetapi secara makna apa saja yang melampaui akal kemanusiaan.Dalam islam transendensi disebut juga sufisme, misalnya berupa khauf (rasa takut), raja (sangat berharap), tawakkal (pasrah), qana'ah (menerima pemberian Tuhan).

Kuntowijoyo merangkum perjalanan umat manusia terbagi menjadi tiga tahap, yakni:(1) humanisasi, membina kemanusiaan manusia (2) liberasi, membangun kemajuan kehidupan sosial, dan (3) transendensi, menciptakan kerinduan kepada hidup yang abadi.[1]

Unsur-unsur transendensi ada tiga:

(1) pengakuan tentang ketergantungan manusia pada Tuhan

(2) ada perbedaan yang mutlak antara Tuhan dan manusia

(3) pengakuan akan adanya norma-norma mutlak dari Tuhan yang tidak berasal dari akal manusia[2]

Catatan kakiSunting

  1. ^ Kuntowijoyo. 1993. Radikalisasi Petani
  2. ^ Garaudy, R. 1988. Janji-janji Islam. Jakarta: Bulan Bintang.