Tokoh masyarakat adalah orang-orang yang memiliki pengaruh di masyarakat, baik tokoh masyarakat yang dipilih secara formal (seperti lurah, wali kota dll.) maupun yang didapatkan secara informal (seperti kiai, dukun, seniman, guru).[1] Seorang tokoh masyarakat adalah seseorang yang memiliki posisi dalam lingkungan tertentu dan memiliki pengaruh besar. Mereka umumnya dianggap penting oleh masyarakat dan dekat dengan kepentingan umum.[2]

HukumSunting

UU No. 8 Tahun 1987 Tentang Protokol Pasal 1 ayat 6 menerangkan bahwa tokoh masyarakat adalah seseorang yang karena kedudukan sosialnya menerima kehormatan dari masyarakat dan/atau Pemerintah.[3] Siapa dan apa yang menyebabkan seseorang dianggap sebagai tokoh masyarakat adalah kiprahnya dalam masyarakat, memiliki kedudukan formal di pemerintahan, atau menguasai keilmuan bidang tertentu.[4]

Catatan kakiSunting

  1. ^ Kusnadi, Edi (2017). "Peranan Tokoh Masyarakat dalam Membangun Partisipasi Kewargaan Pemuda Karang Taruna" (PDF). Prosiding Konferensi Nasional Kewarganegaraan III. 
  2. ^ Ferrari, Anne (2016-08-10). "Using Celebrities in Abnormal Psychology as Teaching Tools to Decrease Stigma and Increase Help Seeking". Teaching of Psychology (dalam bahasa Inggris). 43 (4): 329–333. doi:10.1177/0098628316662765. 
  3. ^ "UU No 8 Tahun 1987". hukum.unsrat.ac.id. Diakses tanggal 2019-11-18. 
  4. ^ Liputan6.com (2016-12-15). "Peran Tokoh Masyarakat Dalam Wujudkan Indonesia Bebas Kekerasan". liputan6.com. Diakses tanggal 2019-11-18.