al-ʿAwashim (bahasa Arab: العواصم‎, al-ʿAwāṣim, "pertahanan, perbentengan"; tunggal: al-ʿāṣimah, "perlindungan") adalah istilah Arab yang dipakai untuk mrujuk kepada sisi Muslim dari zona terdepan antara Kekaisaran Bizantium dan Kekhalifahan Umayyad dan Abbasiyah di Cilicia, utara Suriah dan Mesopotamia Hulu.[2] Ini didirikan pada awal abad ke-8, saat arus pertama penaklukan Muslim mentok, dan berlangsung sampai pertengahan abad ke-10, saat ini diserobot oleh kemajuan Bizantium. Ini terdiri dari pawai bagian depan, yang terdiri dari jaringan kekuatan berbenteng, yang dikenal sebagai al-thughūr (bahasa Arab: الثغور‎; tunggal الثغر, al-thagr, "pembukaan"), dan kawasan dalam dari zona terdepan tersebut, dikenal sebagai persiapan al-ʿawāṣim. Di sisi Bizantium, pawai-pawai Muslim dicerminkan oleh lembaga distrik-distrik kleisourai dan para penjaga perbatasan akritai.

Thughur dan Awashim
al-thughūr wa-l-ʿawāṣim
Cilicia, utara Suriah dan Mesopotamia Hulu
Jenis Zona perbatasan berbenteng
Dibangun Abad ke-8
Pembangun Kekhalifahan Abbasiyah, Kesultanan Mamluk Mesir
Digunakan sekitar 750an–sekitar 960an, abad ke-14–1514
Pengawas Kekhalifahan Abbasiyah (750s–ca. 930), Ikhshidiyah (ca. 935–940s), Hamdaniyah (940s–960s), Mamluk Mesir (abad ke 14–1516)
Garnisun 25,000 pada sekitar tahun 780[1]

Istilah thughūr juga dipakai dalam pawai-pawai al-Andalus dan Mawara al-Nahr, dan tertahan pada catatan sejarah, sampai diangkat kembali oleh Mamluk Mesir pada abad ke-14, saat kawasan yang secara tradisional terdiri dari 'ʿawāṣim dan thughūr di utara Suriah dan utara kawasan Efrat berada di bawah kekuasaan mereka.[3]

ReferensiSunting

  1. ^ Kennedy (2001), pp. 97–98
  2. ^ Strack (1987), pp 515-516
  3. ^ Honigmann (1987), p. 739

SumberSunting

Bacaan tambahanSunting