Buka menu utama

Tari Munalo atau Munalu adalah tarian khas suku Gayo yang ditujukan untuk menyambut tamu kehormatan atau undangan pernikahan. Secara harfiah, tarian Munalo berasal dari istilah Munalo yang merupakan suatu rangkaian prosesi menyambut, menjemput, dan mengarak pada upacara perkawinan masyarakat suku Gayo guna memuliakan tamu undangan dengan segala hormat dan mengucap syukur atas terjalinnya silaturahmi di antara kedua belah pihak yang melansungkan perkawinan sehingga suasana menjadi lebih akrab dan meriah.[1]

SejarahSunting

Sejarahnya, tarian ini tidaklah lahir dari Dataran Tinggi Gayo, Aceh Tengah, melainkan dari ibu kota Jakarta. Tahun 1986, digelar perhelatan eksebisi budaya leluhur nusantara yang menampilkan upacara pengantin tradisional Indonesia. Saat itu, ada 5 perwakilan daerah nusantara yang ikut serta dan perwakilan dari Pulau Sumatera hanya berasal dari Gayo, yang diwakili oleh Urang Gayo Jakarta, Usman Nuzuly dan kawan-kawan. Awal mulanya tidak terbesik untuk memasukkan unsur tarian dalam prosesi pernikahan adat Gayo, namun karna berkeinginan untuk mendapatkan predikat terbaik pada acara tersebut maka dilakukan perpaduan dengan menambahkan sebuah prosesi yang merupakan hasil kolaborasi seni tari, musik dan syair Gayo, yang di kemudian hari populer dengan istilah tari Munalo atau Munalu[1]. Saat ini, pernikahan adat suku Gayo, tersebar di Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Luwes[2], banyak yang memainkan seni tari Munalu ini untuk memeriahkan acara pernikahannya.

ReferensiSunting