Tambera sebagaimana mereka mungkin terlihat pada kapal tinggi abad ke-18.
1 – Layar agung 2 – Layar bubutan 3 – Layar dastur 4 – Lambung 5 – Lunas 6 – Kemudi 7 – Skeg 8 – Tiang 9 – Spreader 10 – Tambera 11 – Tali kelat 12 – Bom 13 - Tiang 14 – Galah dastur 15 – Tahan turut 16 – Tali pengangguk 17 – Tali lalei bom

Pada kapal layar, tambera, temberang atau tanbera adalah potongan-potongan tali temali berdiri yang menahan tiang dari sisi ke sisi. Seringkali ada lebih dari satu tambera di setiap sisi kapal. Sinonimnya adalah laberang.[1]

Biasanya tambera akan terhubung di bagian atas tiang, dan tambera tambahan mungkin menghubungkan bagian bawah tiang, tergantung pada desain kapal. Tambera berakhir di ujung bawahnya di pelat rantai, yang diikat ke lambung kapal. Mereka kadang-kadang ditahan keluar dengan saluran, sebuah langkan yang menjaga tambera dari bibir perahu.[2][3]

Tambera terpasang secara simetris pada kiri dan sisi kanan. Untuk tambera yang ditambatkan pada tiang tinggi, struktur yang memproyeksikan dari tiang harus digunakan untuk menambah sudut tambera pada titik penambatan, memberikan lebih banyak dukungan kepada tiang. Pada sebagian besar kapal layar, struktur seperti itu disebut penyebar (spreader), dan tambera yang mereka tahan terus turun hingga ke geladak. Namun, pada kapal layar besar, terutama yang bersistem layar persegi, tambera berakhir di proyeksi (disebut tops atau crosstrees) dan muatannya dibawa ke tiang sedikit lebih jauh ke bawah oleh tambera futtock.

Bedakan ini dengan bubutan depan dan bubutan belakang.

Lihat pulaSunting

  • Chainplate

ReferensiSunting

  1. ^ Smyth, H. Warington (May 16, 1902). "Boats and Boat Building in the Malay Peninsula". Journal of the Society of Arts. 50: 570–588 – via JSTOR. 
  2. ^ The Free Dictionary - Channel
  3. ^ The Lore of Ships, ed. by Bengt Kihlberg. Göteborg :Tre tryckare & New York: Holt, Rinehart & Winston, 1963.