Syaikh Abubakar

Syaikh Abubakar adalah film Indonesia yang distrudarai oleh Iwan Wahab dan dirilis pada 19 Oktober 2017.[1] Film ini dibintangi oleh Rudy Wahab, David Chalik, Sahrul Gunawan, Arifin Ilham, Leroy Osmani, Putra Dinata, dan Rini Mentari.[2][3]

Syaikh Abubakar
SutradaraIwan Wahab
ProduserIwan Wahab
Penulis skenarioRudy Wahab
Taufik Daraming Tahir
PemeranRudy Wahab
David Chalik
Sahrul Gunawan
Muhammad Arifin Ilham
Leroy Osmani
Putra Dinata
Rini Mentari
Penata musikEmbie C. Noer
Perusahaan
produksi
Tanggal rilis
19 Oktober 2017
Durasi1 jam 35 menit (95 menit)
Negara Indonesia
BahasaFilm bisu

Sinopsis[1]Sunting

Ada dua yayasan yang berbeda madzhab. Yayasan Cahaya Islam dipimpin oleh Ustadz Malik (David Chalik), yang berlatar pendidikan dari Madinah, dan Yayasan Madinatunnajah dipimpin oleh Ustadz Basri (Sahrul Gunawan), lulusan Pesantren Gontor. Kedamaian terusik, permusuhan antara kedua mazhab nyaris saling bunuh akibat ulah makelar tanah yang ingin menguasai lahan di daerah Jonggol itu. Usaha menyatukan perbedaan itu yang menjadi peran Syaikh Abubakar (Rudy Wahab).

Pemeran[3]Sunting

ProduksiSunting

Film ini disutradarai sekaligus diproduseri oleh Iwan Wahab dan juga sebagai film layar lebar pertama yang diproduksi oleh Gita Bhakti Visiotama.[4] Menurut Rudy Wahab, kisah yang diangkat dalam film ini terinspirasi dari kisah nyata pendirian kota santri yang dimana adanya kasus penguasaan lahan yang dikelola oleh yayasan pesantren. Sebagai pengelola kawasan kota santri, menurutnya film ini adalah sebagai dakwah untuk menyatukan madzhab madzhab dalam agama Islam. Melalui film ini juga, beliau ingin agar umat muslim tidak terprovokasi oleh pihak yang ingin menghancurkan persatuan umat muslim. Pemeran yang ikut dalam penyutingan film ini diutamakan bisa membaca Al Qur'an.[5] Dengan adanya pengutamaan ini, menurut Rini Mentari, tantangan dalam penyutingan film ini adalah saat membaca Al Qur'an. Bahkan ada adegan yang dimana ia menjadi pengisi suara pembacaan ayat suci Al Qur'an.[2]

Film ini diambil di beberapa lokasi dimulai dari Kawasan Yayasan Majelis Dzikir Adz Dzikra, Kota Mekkah, Kota Madinah, Kecamatan Jonggol, dan terakhir Kota Gorontalo.[4][5]

  1. ^ a b "Syaikh Abubakar (2017)". filmindonesia.or.id. Diakses tanggal 2019-03-30. 
  2. ^ a b TIS. "Rini Mentari lolos uji ngaji untuk film "Syaikh Abubakar" - Tabloid Kabar Film". tabloidkabarfilm.com. Diakses tanggal 2019-03-30. 
  3. ^ a b "Kredit lengkap Syaikh Abubakar (2017)". filmindonesia.or.id. Diakses tanggal 2019-03-30. 
  4. ^ a b "Film Layar Lebar "Syaikh ABUBAKAR" Cermin Pendewasaan Akhlak Mulia". Visual Indonesia. 2016-07-07. Diakses tanggal 2019-03-30. 
  5. ^ a b TIS. "Syuting "Syaikh Abubakar" berlanjut di Jonggol - Tabloid Kabar Film". tabloidkabarfilm.com. Diakses tanggal 2019-03-30.