Supayalat

Supayalat (bahasa Myanmar: စုဖုရားလတ်, diucapkan [sṵpʰəjá laʔ]; 13 Desember 1859 – 24 November 1925), juga dieja Suphayalat, adalah ratu terakhir dari Burma yang bertahta di Mandalay (1878–1885), terlahir dari Raja Mindon Min dan Ratu dari Alenandaw (secara harfiah Istana Tengah, juga dikenal sebagai Hsinbyumashin atau Lady of the White Elephant). Ia menikah dengan saudara tirinya, Thibaw, yang menjadi raja terakhir dari Dinasti Konbaung pada tahun 1878, setelah kematian Mindon Min. Dia terkenal karena mengatur pembantaian dari 80 hingga 100 anggota keluarga kerajaan, untuk mencegah saingan potensial merebut kekuasaan Thibaw,[1] meskipun dia selalu menyangkal mengetahui rencana ini, yang mungkin telah diatur oleh ibunya bersama dengan beberapa menteri, termasuk kanselir. Kinwon Min Gyi U Kaung.[2][3]

Supayalat
စုဖုရားလတ်
Queen Supayalat of Burma.jpg
Kepala Ratu Burma
Periode12 April 1879 – 29 November 1885
PendahuluSupayagyi
Penerusdibubarkan
Ratu dari Istana Utara
Periode18 November 1878 – 12 April 1879
PendahuluThiri Maha Yadana Mingala Dewi
Penerustidak ada
Putri dari Myadaung, Tabayin dan Manle
Periode1859 – 1878
Penerusdibubarkan
Lahir(1859-12-13)13 Desember 1859
Mandalay, Burma
Wafat24 November 1925(1925-11-24) (umur 65)
Rangoon, Burma Britania
Pemakaman
WangsaKonbaung
Nama lengkap
Sīri Pavara Tiloka Maṅgala Mahā Ratanā Devī (သီရိပဝရတိလောကမင်္ဂလာမဟာရတနာဒေဝီ)
AyahRaja Mindon
IbuHsinbyumashin
PasanganThibaw
Anak1 putra, 4 putri:
Myat Phaya Gyi
Myat Phaya Lat
Myat Phaya
Myat Phaya Galay
AgamaBuddha Theravada

ReferensiSunting

  1. ^ Champeon, Kenneth (July 2003). "The Last Queen of Burma". The Irrawaddy. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-02-10. Diakses tanggal 2006-12-08. 
  2. ^ Khin Maung Soe (February 2007). "The Tragic Queen". The Irrawaddy. Diakses tanggal 2007-02-05. 
  3. ^ The Bandoola Journal (February 2007). "A Teatime Tete-à-Tete". The Irrawaddy. Diakses tanggal 2007-02-05. 

Pranala luarSunting