Story:Dodol: Penganan Kenyal-kenyal Lengket

Dodol
Dodol adalah penganan yang dibuat dari tepung ketan, santan kelapa, dan gula merah, kadang-kadang dicampur dengan buah-buahan, seperti durian, sirsak dibungkus daun (jagung), kertas, dan sebagainya.
Midori
Penganan ini berasal dari Ponorogo, Jawa Timur. Dodol termasuk dalam kelompok penganan pencuci mulut yang dibuat padat sehingga di beberapa tempat disebut juga jenang dodol atau jenang saja.
Taman Renyah
Bahan tambahan pada dodol dapat menentukan rasa dan di beberapa daerah memiliki nama khusus. Dodol dengan bahan campuran durian disebut dodol durian (atau populer sebagai lempok), campuran sirsak disebut dodol sirsak, campuran dengan nangka disebut dodol nangka, dan dodol dengan campuran jahe disebut dodol jahe.
Beberapa daerah di Indonesia terkenal karena dodolnya, seperti Garut dengan Dodol Garut, Dodol Ponorogo, Dodol Semarang, Dodol Solo, Dodol Yogyakarta dan Dodol Kandangan, Kalimantan Selatan, dikenal sebagai Dodol Kandangan.
PL09Puryono
Proses pembuatan dodol bermutu tinggi memerlukan waktu yang lama dan membutuhkan keahlian khusus; di beberapa daerah hanya dibuat atau disajikan pada waktu-waktu tertentu saja, seperti di Betawi sewaktu perayaan Lebaran, di Yogyakarta dan Solo sewaktu perayaan Sekaten, dan sebagainya. Saat ini dodol mulai diminati konsumen dari negara lain, antara lain Belanda, Brunei Darussalam, Singapura, dan Malaysia.
SATELIT BM9
Dalam tahap pembuatannya, bahan-bahan dicampur bersama dalam kuali yang besar dan dimasak dengan api sedang. Dodol yang dimasak tidak boleh dibiarkan tanpa pengawasan karena jika dibiarkan begitu saja, dodol tersebut akan hangus pada bagian bawahnya dan akan membentuk kerak. Oleh sebab itu, dalam proses pembuatannya campuran dodol harus diaduk terus menerus untuk mendapatkan hasil yang baik. Waktu pemasakan dodol kurang lebih membutuhkan waktu 4 jam dan jika kurang dari itu, dodol yang dimasak akan kurang enak untuk dimakan. Setelah 2 jam, pada umumnya campuran dodol tersebut akan berubah warnanya menjadi cokelat pekat. Untuk selanjutnya, dodol harus diaduk agar gelembung-gelembung udara yang terbentuk tidak meluap keluar dari kuali sampai saat dodol tersebut matang dan siap untuk diangkat. Yang terakhir, dodol tersebut harus didinginkan dalam periuk yang besar. Setelah didinginkan, dodol tersebut bisa dipotong-potong dan dimakan.
Arie Basuki