Buka menu utama

Sprent Arumogo Dabwido (lahir 16 September 1972 – meninggal 8 Mei 2019 pada umur 46 tahun) adalah seorang politikus asal Nauru yang pernah menjabat sebagai Presiden Nauru dan juga seorang atlet angkat besi. Ia adalah putra dari seorang anggota parlemen, Dabwido pada awalnya terpilih sebagai anggota Parlemen Nauru dari dapil Meneng pada pemilihan umum 2004. Setelah menjabat sebagai Menteri Telekomunikasi di pemerintahan Marcus Stephen dari 2009, Dabwido bergabung dengan faksi oposisi Nauru pada November 2011 setelah pengunduran diri Stephen, dan setelah mengeluarkan mosi tidak percaya terhadap presiden sementara Freddie Pitcher, ia terpilih sebagai presiden empat hari kemudian. Dalam perannya sebagai presiden, Dabwido berfungsi sebagai ketua Kabinet Nauru, dan memegang berbagai portofolio di pemerintahan Nauru.

Sprent Dabwido
Sprent Dabwido (cropped).jpg
Presiden Nauru
Masa jabatan
15 November 2011 – 11 Juni 2013
WakilKieren Keke
PendahuluFreddie Pitcher
PenggantiBaron Waqa
Anggota Parlemen Nauru
dapil Meneng
Masa jabatan
23 Oktober 2004 – 8 Mwi 2019
PendahuluNimrod Botelanga
Informasi pribadi
LahirSprent Arumogo Dabwido[1]
(1972-09-16)16 September 1972[2]
Nauru
Meninggal dunia8 Mei 2019(2019-05-08) (umur 46)
Armidale, New South Wales, Australia
Partai politikNauru First
(secara nominal Independen)
Pasangan serumahLuci Dabwido

Karier angkat besiSunting

Sebelum memasuki dunia politik, Dabwido adalah atlet angkat besi. Ia adalah juara nasional Nauru dalam angkat besi pada tahun 1995 dan 1996. Ia juga mewakili Nauru secara internasional memenangkan medali perak untuk negaranya di Samoa Games 1995 dan berkompetisi di Kejuaraan Dunia Angkat Besi 1995 dalam kategori super kelas berat.[3]

Karier politikSunting

Ia adalah putra kedua dari mantan anggota parlemen Audi Dabwido, Dabwido bekerja di asuransi publik sebelum memasuki dunia politik.[2] Ia adalah salah satu pendiri partai Naoero Amo, dan terpilih ke Parlemen Nauru pada pemilihan umum 2004, mengalahkan Nimrod Botelanga untuk memenangkan kursi dapil Meneng. Terpilih kembali pada pemilihan umum 2007 dan 2008, ia menjadi anggota faksi parlemen yang mendukung Presiden Marcus Stephen, dan diangkat menjadi Menteri Telekomunikasi di masa pemerintahan Stephen pada tahun 2009 di mana ia memimpin pengenalan telepon seluler ke Nauru.[4] Sekali lagi terpilih kembali pada pemilihan umum 2010,[5] Dabwido bergabung dengan faksi oposisi pada November 2011 setelah Stephen mengundurkan diri sebagai presiden, dan digantikan oleh Freddie Pitcher.[butuh rujukan]

Presiden NauruSunting

Setelah melancarkan mosi tidak percaya pada Pitcher, Dabwido terpilih sebagai presiden oleh parlemen, dengan sembilan suara mendukung pencalonannya dan delapan suara menentang.[6]

Pertemuan internasional besar pertama Dabwido sebagai presiden adalah pada Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa 2011 di Durban, Afrika Selatan, sebagai perwakilan dari Negara-negara Berkembang Pulau Kecil (SIDS). Dalam pidatonya selama pleno pembukaan, Dabwido mengevaluasi potensi masalah yang dihadapi oleh pulau-pulau di Samudra Pasifik yang diakibatkan oleh naiknya permukaan laut. Mengulangi tujuan SIDS untuk pengurangan emisi gas rumah kaca untuk mencegah perubahan iklim global lebih lanjut, ia menyerukan pengembangan protokol yang mengikat secara hukum bersama Protokol Kyoto, dengan mengacu pada "aksi mitigasi untuk negara-negara berkembang" dan Rencana Aksi Bali.[7] Dabwido mendukung pembukaan kembali pusat pemrosesan pencari suaka yang didanai pembayar pajak Australia di Nauru, yang didukung oleh oposisi Partai Liberal Australia tetapi ditentang oleh Partai Buruh Australia yang memerintah.[8]

Pada Juni 2012, Dabwido memecat kabinetnya setelah tujuh bulan menjabat, dengan alasan kesulitan mengesahkan RUU Amandemen Parlemen, sebuah usulan undang-undang reformasi konstitusi yang akan mengubah jumlah anggota parlemen, memperkenalkan Komisi Ombudsman, dan memperkenalkan kode etik untuk anggota parlemen.[9][10] Dalam Kabinet barunya, ia mengisi posisi Menteri Layanan Publik, Menteri Kepolisian & Layanan Darurat, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Perubahan Iklim.[11] Atas nama Nauru, Dabwido menyampaikan pidato pertamanya kepada Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa selama debat umum dari sesi keenam puluh tujuh, pada bulan September 2012. Dalam pidatonya, ia mendesak PBB untuk menangani perubahan iklim secara lebih langsung, serta mengkritik ketidakefektifan multilateralisme.[1]

Dabwido tidak mencalonkan kembali, dan digantikan oleh Baron Waqa setelah pemilihan parlemen 2013.[12]

Pasca menjadi presidenSunting

Setelah masa kepresidenannya, Dabwido kembali ke parlemen dan menjadi bagian dari oposisi dan menuduh pemerintah Nauru melakukan korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan, sementara itu, pemerintah menuduhnya dan anggota parlemen oposisi lainnya menyebarkan "kebohongan tentang negara" sebagai tanggapan atas komentar mereka dengan wartawan yang berbasis di luar Nauru. Pada 2015, Dabwido dan lainnya mengadakan protes anti-pemerintah di depan parlemen dan mereka didakwa melakukan kerusuhan. Terdakwa termasuk Dabwido terlibat dalam kasus pengadilan yang dikenal sebagai "Nauru 19" dan Dabwido dibebaskan dari kesalahan pada tahun 2018 oleh Mahkamah Agung Nauru.[13]

Pada Mei 2018, Dabwido didiagnosis menderita kanker stadium akhir di Rumah Sakit Republik Nauru.[14] Dabwido pergi ke Australia untuk menjalani perawatan dan juga mencari suaka politik, mengklaim bahwa pemerintah Nauru mencegahnya meninggalkan Nauru untuk perawatan di luar negeri.[13] Pemerintah Nauru telah membantah klaim dan mengatakan bahwa Dabwido segera diizinkan untuk melakukan perawatan di luar negeri yang didanai penuh untuk kondisi kesehatannya.[14]

Di Australia, Dabwido mencabut dukungannya untuk pusat pemrosesan pencari suaka yang didanai Australia di Nauru dan menyatakan keinginannya untuk menghentikan operasi fasilitas serta dukungan untuk RUU Medevac.[13]

Kehidupan pribadiSunting

Dabwido memiliki pasangan serumah, yakni seorang wanita bernama Luci. Mereka telah menjalin hubungan selama setidaknya delapan tahun. Keduanya bertunangan ketika Dabwido melamar Luci di rumah sakit tempat ia didiagnosis menderita kanker. Keduanya berpartisipasi dalam upacara komitmen di Sydney pada 2019.[13]

Pada tahun 2018, Dabwido didiagnosis menderita kanker tenggorokan stadium akhir.[15] Ia meninggal karena penyakit itu pada 8 Mei 2019, saat berusia 46 tahun.[16]

ReferensiSunting

  1. ^ a b General Debate of the 67th session: H.E. Mr. Sprent Arumogo Dabwido, President – United Nations General Assembly. Published 25 September 2012. Retrieved 1 October 2012.
  2. ^ a b HE Hon Sprent Dabwido MP – Member for Meneng – The Government of the Republic of Nauru. Retrieved 1 February 2013.
  3. ^ "Weightlifting Champion – President of the Republic of Nauru". International Weightlifting Federation. Diakses tanggal 14 April 2019. 
  4. ^ "Mobile telecommunications availability in Nauru will boost business". Radio New Zealand International. 29 Juni 2009. Diakses tanggal 13 November 2011. 
  5. ^ "Results of the General Election held on 19th June 2010" (PDF). http://www.naurugov.nr/. Diakses tanggal 16 Desember 2011.  Hapus pranala luar di parameter |work= (bantuan)
  6. ^ The changing faces of Nauru's leadership crisis Brisbane Times online.
  7. ^ "UPDATES FROM COP17: Nauru President Calls for Bold Action". Solomon Times Online. Diakses tanggal 12 Desember 2011. 
  8. ^ Coalition welcomes Nauruan president's commitment to processing centre Diarsipkan 26 March 2012 di Wayback Machine. – Liberal Party of Australia.
  9. ^ Nauru president sacks cabinetHerald Sun online.
  10. ^ Nauru President ready to compromise to get reform legislation through – Radio New Zealand International.
  11. ^ New Cabinet Ministers for Nauru Diarsipkan 1 February 2014 di Wayback Machine. – France in Fiji, Kiribati, Nauru, Tonga, Tuvalu.
  12. ^ "Archived copy". Diarsipkan dari versi asli tanggal 16 June 2013. Diakses tanggal 16 June 2013. 
  13. ^ a b c d Armbruster, Stefan (20 Maret 2019). "Former Nauru president's dying wish is to end offshore processing". SBS News. Diakses tanggal 14 April 2019. 
  14. ^ a b "Nauru govt says it didn't delay Dabwido treatment". Radio New Zealand. 27 Maret 2019. Diakses tanggal 14 April 2019. 
  15. ^ "Exclusive: Former Nauru president's dying wish is to end offshore processing". SBS News. Diakses tanggal 8 Mei 2019. 
  16. ^ "Former Nauru president Sprent Dabwido dies aged 46". SBS News. Diakses tanggal 8 Mei 2019. 
Jabatan politik
Didahului oleh:
Freddie Pitcher
Presiden Nauru
2011–2013
Diteruskan oleh:
Baron Waqa