Buka menu utama

Slamet Abdul Sjukur (lahir di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia, 30 Juni 1935 – meninggal 24 Maret 2015 pada umur 79 tahun)[1][2] adalah seorang komponis dari Indonesia. Ia disebut sebagai salah seorang pionir musik kontemporer Indonesia.[3] Karya-karyanya lebih banyak dinikmati di mancanegara, khususnya negara-negara Eropa, daripada di Indonesia.[4] Ialah yang mempunyai ide yang disebut minimaks, yaitu menciptakan musik dengan menggunakan bahan yang sederhana dan minim.[butuh rujukan] Ia pernah menuntut ilmu di Prancis dengan Olivier Messiaen dan Henri Dutilleux.

Nama awal Slamet Abdul Sjukur adalah Soekandar lalu diruwat menjadi Slamet Abdul Sjukur. Ibu kandung Slamet Abdul Sjukur bernama Canna (1917-1996) --keturunan Turki dan Eskimo. Bapak kandungnya bernama Abdul Sjukur (1911-1990). Slamet Abdul Sjukur memiliki saudara perempuan bernama Soenaringsih yang dirubah namanya menjadi Elisawati, dia empat tahun lebih muda. Istri pertama Slamet Abdul Sjukur adalah Siti Suharsini yang dikaruniai seorang anak perempuan bernama Tiring Mayang Sari (lahir tahun 1961). Dari hubungan asmaranya dengan Elisabeth Fauquet, lahir seorang anak perempuan bernama Stephanie (lahir 1961). Slamet Abdul Sjukur menikah dengan Francoise Mazurek, dikaruniai seorang anak bernama Svara (lahir 1979) [5].

Beberapa karyanya ialah Ketut Candu, String Quartet I, Silence, Point Core, Parentheses I-II-III-IV-V-VI, Jakarta 450 Tahun, dan Daun Pulus.[1]

Beberapa penghargaan yang telah diterima adalah: Bronze Medal dari Festival de Jeux d’Automne in Prancis (1974), Piringan Emas dari Académie Charles Cros di Prancis(1975, untuk karyanya berjudul Angklung) dan Medali Zoltán Kodály dari Hungaria (1983). Majalah Gatra juga memberinya anugerah sebagai pioner musik alternatif (1996) dan ia juga diangkat sebagai anggota Akademi Jakarta seumur hidup (2002)[1]. Pada tahun 2005, Slamet Abdul Sjukur dianugerahi penghargaan dari Gubernur Jawa Timur karena dedikasinya pada musik.[3][4]

Beberapa nama yang menonjol yang sempat mengenyam ilmu darinya adalah Gilang Ramadhan, Franki Raden, dan Soe Tjen Marching.


ReferensiSunting

  1. ^ a b c "Slamet A. Sjukur". Taman Ismail Marzuki. Diakses tanggal 2009-02-03. 
  2. ^ Yulianus Febriarko. "Komponis Slamet Abdul Sjukur Meninggal Dunia di Surabaya". Kompas.com. Diakses tanggal 2015-03-24. 
  3. ^ a b "Slamet gets govt recognition". The Jakarta Post. 2 November 2005. Diakses tanggal 2009-02-03. 
  4. ^ a b "Slamet Abdul Syukur Terima Penghargaan dari Kampung Halaman". Kompas Cyber Media. 27 Oktober 2005. Diakses tanggal 2009-02-03. 
  5. ^ (Indonesia)Hardjana, Suka (2014). Belajar Membaca SAS: Daur Ulang Slamet Abdul Sjukur dan yang lain. Kuliah Umum Sluman Slumun Slamet di Perpustakaan Bank Indonesia Surabaya.