Buka menu utama

Situs Nyi Subang Larang adalah peninggalan arkeologi Sunda jaman Kerajaan Pajajaran. Situs ini terletak di Teluk Agung, Desa Nagerang, Kecamatan Binong, Kabupaten Subang, Jawa Barat.[1]

Nyai Mas Subang Larang adalah putri dari Ki Gedeng Tapa, seorang mangkubumi dari Nagari Singapura, dari Nhay Ratu Karanjang (putri Ki Gedeng Kasmaya penguasa -Guruloka Mandala Wanagiri atau Kerajaan Wanagiri Cirebon, yang masih saudara dari Prabu Anggalarang). Subang Larang lahir pada 1404 M. Carita Purwaka Caruban Nagari mengisahkan bahwa Subang Larang adalah salah satu istri dari Raden Pamanah Rasa yang kelak menjadi Raja Pajajaran dengan gelar Prabu Siliwangi.

Dalam salah satu versi Nyi Subang Larang adalah kakak dari pendekar yang melegenda yakni Jaka Tingkir. Keduanya, anak Prabu Siliwangi seibu, yakni dari selir Dewi Khona’ah. Jaka Tingkir, kelak berguru kepada Syeh Quro Nahdatul Ain, di Karawang.

Cagar budaya ini, sebagai penanda tempat tinggal Nyi Mas Ayu Subang Larang, Istri Prabu Siliwangi, Raja Padjadjaran. Di lokasi yang dikenal sebagai Teluk Agung -kini berubah jadi kebun jati itu- menemukan tanda-tanda kehidupan prasejarah dengan penemuan manik-manik dan perkakas bekas perabotan Nyi Subang Larang termasuk gelang dan kalung.

Situs Subang Larang yang ditemukan berupa bebatuan dan perhiasan serta sejumlah benda peninggalan Nyai Subang Larang. Situs itu pertama kali ditemukan pada 1979 dan 1981 di daerah Teluk Agung dan Muara Jati oleh Abah Roheman, warga setempat. Setelah melalui tahapan kajian dan penelitian para ahli arkeologi, benda purbakala itu disimpulkan memiliki kesamaan dengan yang ada di Pakuan, Bogor. Situs ini diresmikan pertama kali oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, Herdiwan, didampingi Acil Bimbo dan Dasep Arifin, dari Dewan Kasepuhan Padjadjaran, pada Kamis 30 Juni 2011.

Situs ini masih melakukan kajian historis. Hal tersebut mendorong beberapa instansi terkait untuk melakukan kajian mengenai situs Subang Larang. Maka pada tahun 2012 lalu, Disbudparpora Kabupaten Subang, Balai Pelestarian Cagar Budaya Serang, dan Balai Arkeologi Bandung mengadakan studi teknis Subang Larang guna mendapatkan data yang valid.[2].

ReferensiSunting

  1. ^ Menguak Sejarah Subang Larang .kotasubang.com Diakses 2 April 2018.
  2. ^ "Telusur Sejarah Subang Larang". www.gspradio.com. Diakses tanggal 2018-04-04. 

Lihat jugaSunting