Sirop glukosa

Sirop glukosa, juga dikenal sebagai glukosa kembang gula (permen), adalah sirop yang dibuat dari pati hidrolisis. Glukosa berarti gula. Akan tetapi di Amerika Serikat, jagung yang umumnya digunakan sebagai sumber pati, sehingga disebut "sirop jagung", selain itu sirop glukosa juga dapat dibuat dari kentang dan gandum, bahkan kadang-kadang dari jelai, beras dan singkong, walaupun masih sangat jarang.[1]p. 21[2]

Cairan sirop glukosa.

Sirop glukosa yang mengandung lebih dari 90% glukosa digunakan dalam industri fermentasi,[3] sedangkan sirop glukosa yang digunakan untuk membuat kembang gula mengandung jumlah glukosa, maltosa yang bervariasi, dan oligosakarida yang lebih tinggi, tergantung pada kadarnya, biasanya dapat mengandung glukosa 10% hingga 43%.[4] Sirup glukosa digunakan dalam makanan untuk mempermanis, melembutkan tekstur dan menambah volume. Dengan mengubah glukosa yang ada dalam sirup jagung menjadi fruktosa (dengan proses enzimatik), menghasilkan produk sirop jagung fruktosa tinggi, yang rasanya lebih manis.

Gottlieb Kirchhoff yang pertama kali membuat sirop glukosa pada tahun 1811 di Rusia menggunakan teknik pemanasan dan asam sulfat.[5]

RujukanSunting

  1. ^ Peter Hull (2010). Glucose Syrups: Technology and Applications. Wiley-Blackwell. ISBN 1-4051-7556-7. 
  2. ^ W. P. Edwards, The Science of Sugar Confectionery, Royal Society of Chemistry, 2000, pp. 26–27.
  3. ^ Dziedzic, S. Z.; Kearsley, M. W. (1995). Handbook of starch hydrolysis products and their derivatives. London: Blackie Academic & Professional. hlm. 230. ISBN 0-7514-0269-9. 
  4. ^ E. B. Jackson (1995). Sugar Confectionery Manufacture. Berlin: Springer. hlm. 132. ISBN 0-8342-1297-8. 
  5. ^ Hull, Peter (2011). Glucose Syrups: Technology and Applications (dalam bahasa Inggris). John Wiley & Sons. hlm. 1. ISBN 9781444314755.