Serangan Irak Utara (Juni 2014)

Setelah mendekati kota Mosul, Irak, selama hampir satu minggu, pada malam tanggal 9 Juni 2014 pasukan dari Negara Islam Irak dan Syam (ISIS), yang berhubungan dengan militan Sunni yang setia kepada pemerintahan Ba'ath, menguasai sebagian besar kota.[1] Diperkirakan 1.300 pejuang bersenjata merebut kantor pemerintahan Provinsi Nineveh, fasilitas militer, dan Bandar Udara Internasional Mosul.[2] Sekitar 500.000 warga kota Mosul diyakini telah melarikan diri dari kota.[3] Perdana Menteri Irak Nouri al-Maliki memberlakukan keadaan darurat nasional segera setelah serangan tersebut. Meskipun sedang dilanda krisis keamanan, Parlemen Irak tidak memutuskan dan tidak memperbolehkan Maliki untuk menyatakan keadaan darurat; banyak anggota parlemen perwakilan Sunni dan Kurdi yang memboikot sidang parlemen karena mereka menentang perluasan kekuasaan perdana menteri.[4] Mosul dilaporkan sepenuhnya dikuasai oleh ISIS pada tanggal 10 Juni.[5][6] Pada hari berikutnya, kota Tikrit juga jatuh ke tangan pemberontak, yang membakar gedung-gedung pemerintah dan membebaskan ratusan tahanan dari penjara setempat.

Referensi sunting

Pranala luar sunting