Buka menu utama

Seloaji adalah salah seorang tokoh yang berperan pada berdirinya Ponorogo. Dia adalah salah satu patih yang mendampingi Raden Bathara Katong ketika menuju daerah Wengker, sebelum menjadi Ponorogo.[1]Patih Seloaji, bersama Raden Bathara Katong, yang diangkat menjadi adipati di bekas kerajaan Wengker, dan Ki Ageng Mirah sebagai penyebar agama Islam, diiringi oleh 40 orang pengikut melakukan perjalanan yang telah ditunjuk oleh Raja Demak untuk mendirikan sebuah daerah kekuasaan. Ketiganya membuka hutan untuk selanjutnya mendirikan kadipaten yaitu Kadipaten Ponorogo.[2] Patih Seloaji banyak berperan membantu Raden Bathara Katong dan Ki Ageng Mirah karena proses membuka daerah Ponorogo diwarnai pertentangan dengan penguasa setempat yaitu Ki Ageng Kutu.

Namanya diabadikan menjadi salah satu terminal di Kecamatan Babadan, Ponorogo, yaitu terminal Seloaji.[3]

Catatan kakiSunting

  1. ^ Suromenggolo Warok Ponorogo Jilid 1. Penerbit Indomedia. 
  2. ^ Suromenggolo Warok Ponorogo Jilid 1. Penerbit Indomedia. 
  3. ^ MURTIE, AFIN. RPUT Untuk SD. Cerdas Interaktif. ISBN 9789797883874.