Buka menu utama

Seleukos IV Filopator (Seleucus IV Philopator[1]; bahasa Yunani: Σέλευκος Δ Φιλοπάτωρ; ~ 218 – 3 September 175 SM),[2][3] penguasa Helenistik Kekaisaran Seleukia, memerintah dari tahun 187 SM sampai 175 SM atas wilayah yang terdiri dari Suriah (sekarang termasuk Kilikia dan Yudea), Mesopotamia, Babilonia dan Iran Timur Dekat (Media dan Persia).

Seleukos IV Filopator
Raja Seleukia
(Raja Suriah)
Berkuasa3 Juli 187 – 3 September 175
PredecessorAntiokhos III yang Agung
SuccessorHeliodorus atau Antiokhos IV Epiphanes
Lahirc. 218 BC
Wafat3 September 175 BC
DynastySeleukid
AyahAntiokhos III yang Agung
IbuLaodike III
PasanganLaodike IV
AnakAntiokhos
Demetrius I Soter
Laodike V

Daftar isi

BiografiSunting

Tahun-tahun awalSunting

Ia adalah anak kedua dan penerus dari Antiokhos III yang Agung dan Laodike III. Seleukos IV menikahi saudara perempuannya Laodike IV, dengan siapa ia memiliki tiga anak: dua anak laki-laki, Antiokhus, Demetrios I Soter dan seorang putri, Laodike V.

Ia terdorong oleh kebutuhan keuangan, disebabkan antara lain oleh ganti rugi perang yang dituntut oleh Roma, untuk mengejar kebijakannya yang ambisius. Dalam upaya mengumpulkan uang untuk membayar orang-orang Romawi, dia mengutus menteri Heliodorus ke Yerusalem untuk merampas harta Bait Suci Yahudi.

Pajak dan pembunuhanSunting

 
Koin Seleukos IV Filopator, stempel Yunani: (Β)ΑΣΙΛΕΩΣ (ΣΕ)ΛΕΥΚΟΥ

Alkitab menceritakan sebuah nubuat yang diberikan oleh malaikat utusan dalam Daniel 11:20. Teks itu menyatakan bahwa Seleukos akan dikenang sebagai "yang menyuruh seorang pemungut pajak menjalani bagian yang terindah dari kerajaan itu." Deuterokanonika memuat lebih banyak mengenai hal ini dalam 2 Makabe 3:2-3... "Terjadilah bahwa bahkan raja-raja mereka sendiri, dan para pangeran menghormati tempat itu [Bait Suci di Yerusalem] layak menerima kehormatan tertinggi, dan memuliakan Bait Suci itu dengan hadiah-hadiah sangat besar: Sehingga Seleukos raja Asia memperbolehkan dari pendapatannya semua harga menjadi milik kementerian pengorbanan."

Sekembalinya dari Yerusalem, Heliodorus membunuh Seleukos, dan merebut tahta untuk dirinya sendiri. Pewaris sejati, Demetrius, anak Seleukos, saat itu ditahan di Roma sebagai sandera, dan kerajaan itu direbut oleh adik Seleukos, Antiokhos IV Epiphanes. Antiokhos berhasil menggulingkan Heliodorus dan mengangkat anak bayi Seleukos, juga bernama Antiokhos, resmi menjadi kepala negara selama beberapa tahun sampai Epifanes telah dia dibunuh.

SilsilahSunting

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
16. (=28.)Antiokhos I Soter
 
 
 
 
 
 
 
8. (=14.)Antiokhos II Theos
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
17. (=29.)Putri Stratonike dari Suriah
 
 
 
 
 
 
 
4. Seleukos II Kallinikos
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
18. (=20., 30.)Achaeus
 
 
 
 
 
 
 
9. (=15.)Laodike I
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
2. Antiokhos III yang Agung
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
20. (=18., 30.)Achaeus
 
 
 
 
 
 
 
10. Andromachus
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
5. Laodike II
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
1. Seleukos IV Filopator
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
24. Mithridates I, Raja Pontus
 
 
 
 
 
 
 
12. Ariobarzanes, Raja Pontus
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
6. Mithridates II, Raja Pontus
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
3. Putri Laodike dari Pontus[4]
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
28. (=16.)Antiokhos I Soter
 
 
 
 
 
 
 
14. (=8.)Antiokhos II Theos
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
29. (=17.)Putri Stratonike dari Suriah
 
 
 
 
 
 
 
7. Putri Laodike dari Seleukia
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
30. (=18., 20.)Achaeus
 
 
 
 
 
 
 
15. (=9.)Laodike I
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Philopator- Wordnik
  2. ^ "Seleucus IV Philopator". Livius.org. 
  3. ^ Encyclopædia Britannica, Vol. 20 (1973), hlm. 190
  4. ^ Laodike III, sebelum menikah dengan Antiokhos III yang Agung, adalah Putri Raja Pontus dan bergaya demikian.

Pranala luarSunting

Seleukos IV Filopator
Lahir: ~218 SM Meninggal: 175 SM
Didahului oleh
Antiokhos III yang Agung
Raja Seleukia
(Raja Suriah)

187–175 SM
Digantikan oleh
Antiokhos IV Epiphanes