Buka menu utama

Sejumlah Perkutut Buat Bapak adalah judul buku kumpulan puisi karya Gunawan Maryanto yang diterbitkan pada tahun 2010. Buku setebal 48 halaman dengan ISBN 978-979-19047-9-7, ini mengantarkan Gunawan Maryanto memenangi Penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa untuk kategori puisi pada tahun 2010.[1][2][3][4][5]

Sejumlah Perkutut Buat Bapak
Sejumlah Perkutut Buat Bapak.jpg
PengarangGunawan Maryanto
BahasaBendera Indonesia Indonesia
PenerbitOmahsore Yogyakarta
Tanggal rilis2010
Halaman48 halaman
ISBN978-979-19047-9-7

Latar belakangSunting

Kumpulan puisi Sejumlah Perkutut Buat Bapak karya Gunawan Maryanto terdiri dari 3 buah puisi: Kayon Gapuran, Kayon Blumbangan dan Sejumlah Perkutut Buat Bapak itu sendiri. Ketiganya sama-sama adalah puisi penggambaran. Kayon Gapuran dan Kayon Blumbangan adalah penggambaran kembali kedua jenis kayon. Kayon adalah gunungan dalam pertunjukan wayang di Jawa. Kedua puisi tersebut berusaha menurunkan atau menerjemahkan kembali kayon-kayon itu lewat kata-kata. Demikian pula dengan Sejumlah Perkutut Buat Bapak. Puisi panjang ini terdiri dari 30 bagian dengan masing-masing judul yang berbeda, 30 macam ciri mathi perkutut bagi orang Jawa. Ciri mathi kurang lebih adalah ciri fisik, jenis anggungan (suara), dan juga karakter. Selain lewat ciri mathi perkutut bagi orang Jawa juga dibedakan berdasar katuranggan atau bentuk badannya. Tapi dalam Sejumlah Perkutut Buat Bapak hanya berangkat dari ciri mathi perkutut saja. Melalui ciri mathi orang Jawa berusaha memaknai perkutut bagi kehidupan pribadi dan sosialnya. Jenis-jenis perkutut tertentu akan mendatangkan kebahagiaan, jenis yang lain akan mendatangkan kebalikannya. Jenis perkutut tertentu akan membuat pemeliharanya sukses dalam kerjanya. Jenis perkutut tertentu akan membuat pemiliknya meraih kedudukan yang kuat dalam masyarakat. Barangkali pembaca akan terganggu dengan judul-judul yang terasa aneh dalam kumpulan ini, tetapi nama-nama yang terasa tak akrab itu tetap dipertahankan karena sulit untuk diterjemahkan, alasan lain karena merupakan nama—tentu kita tak perlu bersusah payah untuk menerjemahkan sebuah nama. Namun demikian setiap nama selalu memiliki arti dan makna. Arti dan makna itulah yang sebagian besar menjadi isian bagi puisi-puisi tersebut, selain penggambaran tentang ciri mathi-nya.

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting