Buka menu utama

Saratoga Investama Sedaya

Perusahaan investasi di Indonesia

PT Saratoga Investama Sedaya Tbk merupakan perusahaan investasi dan salah satu konglomerat terbesar di Indonesia yang didirikan pada tahun 1997.

Saratoga
PT Saratoga Investama Sedaya Tbk
Investasi aktif
IndustriKonglomerat
Investasi
Didirikan1997
PendiriEdwin Soeryadjaya
Sandiaga Uno
Kantor
pusat
Jakarta, Indonesia
Tokoh
kunci
Edwin Soeryadjaya
Michael William P. Soeryadjaya
Indra Cahya Uno
ProdukTransportasi
Properti
Farmasi
Pertambangan
Perkebunan
Sumber daya alam
Infrastruktur
PendapatanRp 17.7 Trilyun (2016)
Rp 5.703 Trilyun (2016)
Karyawan
52 (2016)
Situs webwww.saratoga-investama.com

SejarahSunting

Perusahaan ini didirikan oleh Edwin Soeryadjaya dan Sandiaga Uno pada tahun 1997. Tahun 1997, merupakan masa dimana sebagian besar investor memindahkan investasinya keluar dari Indonesia karena pada saat itu Indonesia sedang mengalami krisis ekonomi.

Kedua pendiri ini menyadari bahwa pada saat itu memutuskan untuk berinvestasi pada perusahaan batu bara, Adaro, pada tahun 2001. Hal ini karena mereka memandang bahwa batu bara merupakan sumber energi yang paling mudah diakses. PT. Saratoga Investama Sedaya Tbk juga memfasilitasi Adaro agar bisa menjadi perusahaan batubara pit-to-port yang terintegrasi. Usaha ini menampakkan hasilnya pada tahun 2004, saat Penawaran Umum Perdana Adaro menjadi IPO terbesar di pasar modal Indonesia.

Setelah keberhasilan ini, PT. Saratoga Investama Sedaya Tbk bersama dengan Provident Capital berinvestasi pada, sebuah perusahaan telekomunikasi independen yang pada saat itu hanya memiliki tujuh menara di Indonesia. Seperti sebelumnya, usaha ini pun berhasil mengembangkan perusahaan ini dan mengubah nama perusahaan menjadi Tower Bersama Infrastructure Group (TBIG).

Pada tahun 2010, Saratoga yang melihat tren yang berkembang pada sektor konsumer berinvestasi pada Mitra Pinasthika Mustika (MPM), sebuah perusahaan otomotif yang memiliki diversifikasi produk seperti sepeda motor ritel, distribusi sepeda motor, komponen sepeda motor, minyak pelumas, dan pembiayaan sepeda motor. Saratoga memandu MPM untuk memperkuat bisnisnya dalam strategi bisnis inti dan spin-off bisnis yang memiliki potensi pertumbuhan rendah serta memasuki bisnis dengan nilai ekonomis lebih tinggi.

Pada tahun 2013, Saratoga berhasil tercatat dalam BEI dan mulai memasuk pasar modal Indonesia. Kini, Saratoga telah menjadi perusahaan investasi aktif pertama yang tercatat di Indonesia. Saat ini, Saratoga terus mengembangkan investasinya dalam sektor sumber daya alam, infrastruktur, dan konsumer.[1]

Unit usahaSunting

  • PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (Tower Bersama Infrastructure Group)
    • PT United Towerindo
    • PT Telenet Internusa
    • PT Tower Bersama
    • PT Triaka Bersama
    • PT Batavia Towerindo
    • PT Bali Telekom
    • PT Prima Media Selaras
    • PT Solu Sindo Kreasi Pratama (Indonesian Tower)
    • PT Mitrayasa Sarana Informasi (Infratel)
    • PT Towerindo Konvergensi
    • PT Metric Solusi Integrasi
  • PT Adaro Energy Tbk (Adaro)
  • PT Agra Energi Indonesia
  • PT Argo Maju Jaya (Amara Plantation)
  • Rumah Sakit Awal Bros Hospital Group
  • PT Deltomed Labratories (Deltomed)
  • PT Etika Karya Usaha
  • Finders Resources Limited
  • PT Gilang Agung Persada
  • Interra Resources
  • PT Medco Power Indonesia (Medco Power)
  • PT Merdeka Copper Gold Tbk
  • PT MGM Bosco Logistics
  • PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk
  • PT Nusa Raya Cipta Tbk
  • PT Paiton Energy
  • PT Provident Agro Tbk
  • Seroja Investment Limited
  • Sihayo Gold Limited
  • Sumatra Copper & Gold plc
  • PT Tenaga Listrik Gorontalo
  • PT Tri Wahana Universal

Mantan perusahaanSunting

ReferensiSunting

Pranala luarSunting