Sarasamuccaya

salah satu kitab suci Hindu

Sarasamuccaya adalah salah satu kitab suci agama Hindu. Sarasamusccaya adalah kitab Smerti dengan 511 sloka (ayat) yang memuat sejumlah ajaran tentang moral dan etika. Disusun oleh Bhagawan Wararuci, kira-kira pada abad ke 9-10 Masehi. Kitab ini ditulis dengan dua bahasa yaitu Sanskerta dan bahasa Jawa Kuno (Kawi). Sarasamuccaya, sebagai bagian dari Weda, termasuk dalam kelompok Weda Smerti yang merupakan kitab suci otoritas kedua yang boleh diinterpretasi ulang bila ternyata nilai-nilai yang disampaikan dirasa tidak adil.[1]

EtimologiSunting

Sarasamuccaya berasal dari kata sara, artinya: uta.tna, terbaik, saripati. Kemudian sam berarti: lengkap, sempurna; Uttjaja artinya: himpunan; samuttjaja berarti himpunan yang lengkap dan sempurna. Jadi Sarasamuccaya berarti himpunan saripati isi sastra bharatakatha yang lengkap dan sempurna. Kitab ini merupakan salah satu bagian dari kitab Smriti. Kitab Sarasamuccaya mengandung nilai-nilai yang universal, seperti: apa itu manusia, semua manusia setara, mengapa ia ada di dunia, kemana tujuannya, bagaimana seharusnya ia menjalankan hidupnya.[2]

SejarahSunting

Dalam buku History of Sanskrit Literature, disebutkan bahwa kitab Sarasamuccaya ditulis sebagai pujian oleh Ratnakara. Sedangkan menurut lontar Sarasamuccaya itu sendiri, menyebut nama Wararuci sebagai penulisnya. Tidak jelas apakah Wararuci adalah nama lain dari Ratnakara.

Banyak yang menyebut Bhagawan Wararuci lahir di Nusantara karena kitab ini ditemukan dengan terjemahan dalam bahasa Jawa Kuno dari aslinya, Sansekerta. Kedua bahasa itu dipersandingkan. Namun, tidak ada kepastian bahwa beliau lahir di Nusantara, bisa saja Sarasamuccaya itu datang dari India dan diterjemahkan ke dalam bahasa Jawa Kuno oleh seseorang yang tak mau disebutkan namanya. Hal-hal yang anonim itu jamak dalam susastra Hindu di era kerajaan-kerajaan di Jawa.

Kitab Sarasamuccaya ini dimaksudkan oleh Wararuci sebagai intisari dari Astadasaparwa (Mahabharata), gubahan Rsi Wiyasa. Arti Sarasamuccaya yaitu Sara artinya intisari, sedangkan samuccaya artinya himpunan. Inilah himpunan dari intisari ajaran etika yang ada dalam Astadasaparwa.[3]

Kitab Sarasamuscaya adalah tuntunan bagi mereka yang sudah melewati Grhasta Asrama, atau tepatnya sudah meningkat ke Wanaprasta Asrama, apalagi sudah menjadi Sanyasin/ Bhiksuka.[4]

ReferensiSunting

  1. ^ "STAHDNJ.AC.IDMeluruskan Pemahaman Teks Sarasamuccaya | STAHDNJ.AC.ID". Diakses tanggal 2019-06-29. 
  2. ^ Ernawati, NIM 99522956 (2004-05-24). "ETIKA DALAM KITAB SARASAMUCCAYA". UIN Sunan Kalijaga. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-06-29. Diakses tanggal 2019-06-29. 
  3. ^ Bali, Gama. "gamabali" (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-06-29. 
  4. ^ "Kitab Sarasamuccaya". BALINUSE. 2014-11-30. Diakses tanggal 2019-06-29.