Sabuk haji adalah sabuk tradisional dari Ponorogo, Jawa Timur. Sabuk ini digunakan oleh orang-orang Ponorogo yang telah melaksanakan ibadah haji. Sabuk haji merupakan pengembangan dari sabuk othok yang terbuat dari kulit. Dalam agama Islam dimakruhkan mengenakan busana dari kulit hewan, maka sabuk haji dibuat dari bahan rajut berwarna hijau. Di Ponorogo disebut sabuk othok ijo.[1]

Karena memiliki bentuk yang khas seperti sabuk othok, umat Islam yang telah melaksanakan ibadah haji turut mengenakan sabuk haji sebagai simbol telah melaksanakan ibadah haji. Pada era kolonial, terdapat perusahaan dari Inggris, Singapura yang turut memproduksi sabuk ini secara massal untuk kebutuhan jama'ah haji.

Seiring berjalannya waktu, turut digunakan oleh suku Betawi dan Madura sebagai pelengkap busana adat.

Referensi

sunting
  1. ^ [1]