Rumusan Tritunggal

Rumusan Tritunggal atau rumusan Trinitas adalah frase "dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus"[1] (bahasa Yunani Kuno: εἰς τὸ ὄνομα τοῦ Πατρὸς καὶ τοῦ Υἱοῦ καὶ τοῦ Ἁγίου Πνεύματος, eis tò ónoma toû Patròs kaì toû Huioû kaì toû Hagíou Pneúmatos, bahasa Latin: ĭn nōmine Pătris ĕt Fīliī ĕt Spīritūs Sānctī), atau ragam dari bentuk dan pengucapan kata-kata tersebut, yang merujuk kepada tiga pribadi Tritunggal Kekristenan]]. Frase tersebut sering kali disusul dengan kata "Amin".

Pengucapan rumusan Tritunggal dalam bahasa Latin: "Ĭn nōmine Pătris ĕt Fīliī ĕt Spīritūs Sānctī", "āmēn".
"Perisai Tritunggal" atau diagram "Scutum Fidei" dari simbolisme Gereja Barat tradisional.

Rumusan Tritunggal digunakan dalam sakramen pembaptisan serta dalam berbagai doa, ritus, liturgi, dan sakramen. Salah satu penggunaan paling umum selain dalam pembaptisan adalah ketika umat Katolik Roma, Ortodoks Timur dan Oriental, Lutheran, Anglikan, Metodis, dan lainnya melakukan atau membuat tanda salib sambil mengucapkan rumusan ini.

Asal usul alkitabiahSunting

Kata-kata tersebut dikutip dari perintah saat Kebangkitan Yesus dalam Amanat Agung: "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus" (Matius 28:19).[2]

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Puji Syukur No. 9. Komisi Liturgi KWI.
  2. ^ "English Standard Version (ESV) Footnote on Matthew 28:19". Diakses tanggal 9 January 2014.