Ruhnama adalah sebuah buku yang ditulis oleh Saparmurat Niyazov. Buku ini merupakan gabungan dari bimbingan spiritual/moral, otobiografi dan sejarah. Isi buku mencakup cerita dan puisi, termasuk yang dibuat oleh penyair Sufi Magtymguly Pyragy. Buku ini dibuat dengan tujuan sebagai 'bimbingan spiritual bangsa' dan dasar dari seni dan sastra negara, dengan menciptakan citra positif dari orang Turkmen dan definisi norma sosial, moral, agama bagi orang Turkmen modern."[1] Tujuan tersebut dapat dicapai jika Ruhnama menjadi "pusat" kehidupan Turkmenistan.[2]

Ruhnama diperkenalkan pada masyarakat Turkmenistan secara bertahap namun menyeluruh. Niyazov memberikan buku di sekolah dan perpustakaan, tetapi akhirnya pengaruh Ruhnama menyebar hingga lebih dari itu. Ruhnama wajib dibaca di sekolah, perguruan tinggi, dan lembaga pemerintahan. Calon pegawai negeri diwajibkan untuk menghapal isi buku.

Pada Maret 2006, Niyazov mengatakan bahwa ia telah meminta kepada Allah untuk memastikan bahwa setiap siswa yang membaca buku tiga kali maka akan secara otomatis masuk ke surga.[3] Setelah kematian Niyazov pada bulan Desember 2006, popularitas buku ini tetap tinggi.[4] Pada bulan Desember 2009, Gurbanguly Berdymukhammedov masih merekomendasikan pemerintah untuk menggunakan Ruhnama sebagai instrumen pendidikan.

SejarahSunting

Niyazov menerbitkan Ruhnama volume satu pada tahun 2001, dengan mengatakan bahwa buku ini akan "menghilangkan semua kelemahan, untuk meningkatkan semangat rakyat Turkmen".[5] Pada tahun 2004, Niyazov menerbitkan volume dua yang meliputi moral, filsafat hidup, dan perilaku. Buku ini merupakan bagian penting dari kultus individu Niyazov. Pemerintah mewajibkan toko buku dan kantor pemerintah untuk memajangnya—dan memerintahkan masjid untuk membuatnya sama berpengaruhnya sebagai Al-Qur'an.[6] Setelah beberapa imam menolak untuk mematuhi perintah ini dengan menyatakan perintah ini dianggap menistakan agama, pemerintah membongkar beberapa masjid.[7]

Pada Mei 2004, situs pemerintah Turkmenistan: Zaman Emas merilis sebuah pernyataan yang mengumumkan penghapusan "beberapa pendidikan dan arah ilmiah dan mata pelajaran yang kurang penting". Pengajaran aljabar, fisika, dan pendidikan jasmani dihapuskan di Turkmenistan. Pendidikan tersebut digantikan dengan menghapal isi Ruhnama dan meneriakkan slogan-slogan yang memuji Presiden Niyazov.[8] Seorang warga berkata bahwa "semua anakku belajar isi Ruhnama, dan ia mulai mengajari saya karena ia lebih hapal daripada aku".[9]

Pada Agustus 2005, bagian pertama dari Ruhnama diluncurkan ke orbit sehingga buku ini bisa "menaklukkan ruang angkasa". Buku ini diperkirakan berada di orbit hingga 150 tahun mendatang.[10]

Pada tahun 2011, beberapa tahun setelah kematian Niyazov, Ruhnama telah dihapus sebagai mata pelajaran subjek wajib di sekolah. Namun, buku yang ditulis oleh Berdymukhamedov, pengganti Niyazov, mulai dimasukkan dalam tugas sekolah. Ada kekhawatiran bahwa kultus individu Niyazov hanya akan digantikan oleh kultus individu Berdymukhamedov.[11]

Peran Ruhnama di masyarakatSunting

Pengetahuan mengenai Ruhnama wajib dipelajari oleh masyarakat. Buku ini merupakan komponen utama pendidikan dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Pengetahuan mengenai teks (hingga kemampuan untuk membaca isi dengan persis) diperlukan untuk lulus ujian, mendapat pekerjaan sebagai pegawai negeri, dan untuk mendapat surat izin mengemudi. Acara resmi kenegaraan umumnya melibatkan ratusan orang bernyanyi sambil memegang dan melakukan tarian dengan buku.[12]

Pada tahun 2002, terdapat laporan bahwa "walau bagaimanapun pendapat rakyat mengenai buku itu di ranah pribadi, kritik terbuka dari buku itu akan dilarang."[13] Kritik terbuka terhadap buku akan dianggap setara dengan menunjukkan rasa tidak hormat kepada Presiden, dan akan dihukum.

Ada banyak sekali monumen buku ini di Ashgabat, ibu kota Turkmenistan. Setiap malam pukul 20.00, monumen buku tersebut terbuka dan rekaman dari isi buku ini diputar dengan video yang menyertainya.

Sebulan setelah kematian Presiden Niyazov pada Desember 2006, pengaruh Ruhnama terhadap rakyat Turkmenistan tidak berkurang, Jurnalis AP, Harvey Benjamin, memberitakan pada Mei 2007.[4] Stasiun Televisi terus ada pembacaan isi buku. Tulisan "Ruhnama adalah kitab suci" diukir di salah satu sisi arka pintu masuk di masjid terbesar Asia Tengah berlokasi di kampung halaman Niyazov—dan tulisan "Al-Qur'an adalah kitab Allah" itu diukir di sisi lainnya, Harvey menambahkan: 'Poster Ruhnama tersebar di sisi jalan ibu kota Ashgabat. Kutipan dari buku itu tertulis di gurun kota dengan air mancur, monumen, dan gedung pemerintahan.'

Michael Denison dari Universitas Leeds, mengatakan kepada Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan "saya tidak berpikir jika Ruhnama akan ditolak [...] Mungkin hanya agak diabaikan." Pendapat lain berharap untuk pemulihan pendidikan sekunder dan tersier sepenuhnya dan perubahan kurikulum, yang telah berhenti di bawah Niyazov karena mengutamakan Ruhnama.[14]

Pertanyaan mengenai apakah Niyazov benar-benar menulis Ruhnama masih mengemuka; cendekiwan anonim mengatakan pada The New Yorker bahwa Niyazov "mungkin buta huruf".[12] Buku ini telah diterjemahkan ke dalam 41 bahasa.[15]

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

Pranala luarSunting