Riya

penyanyi Jepang

Riya suatu perbuatan memperlihatkan sesuatu, baik barang atau perbuatan baik. Namun dengan tujuan agar dilihat oleh orang lain untuk mendapat pujian. Padahal sebenarnya tujuan utama dari beribadah atau beramal hanya dilakukan demi mencari ridha Allah.[1]

Jenis-jenisSunting

Riya dalam niat

Berkaitan dengan niat dalam hati seseorang yang merupakan awal daripada setiap perbuatan yang menyebabkan tidak adanya rasa ikhlas. Dalam sebuah hadist yang artinya:

“Aku mendengar Umar bin Khattab berkata di atas mimbar; ‘Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda; ‘Sesungguhnya segala perbuatan itu tergantung niatnya, dan sesungguhnya bagi setiap orang memperoleh sesuai apa yang ia niatkan.” (H. R. Bukhari Muslim).

Riya dalam perbuatan

Lanjutan daripada niat di dalam hati tadi, yakni menunjukkan segala tindak perbuatan atau ibadah dihadapan orang lain dengan tujuan untuk diperhatikan dan mendapat pujian. Macam-macam riya dalam perbuatan adalah:

  • Riya badan. Misalnya memamerkan tubuh yang kurus tanda rajin berpuasa.
  • Riya dalam pakaian. Misalnya menganakan pakaian yang sesuai dengan syar’i agar dianggap sebagai orang yang alim.
  • Riya dalam ucapan. Misalnya membaca Al-Qur’an dengan suara yang merdu dan fasih dihadapan orang agar dipuji.

Ciri-ciriSunting

Ada tiga ciri dasar yang merupakan akar daripada perbuatan riya, yakni:

  • Serius dan giat bekerja ketika mendapat pujian, dan sebaliknya, akan malas jika tidak ada yang memerhatikan atau tidak ada yang memberi penghargaan. Bahkan cenderung melepas tanggung jawab atas pekerjaan tersebut apabila ada orang lain yang mencela.
  • Saat bekerja kelompok akan sangat bersemangat dan profesional, tetapi menjadi sangat malas saat mengerjakan sesuatu sendirian.
  • Ketika berada dihadapan banyak orang akan selalu mawas diri daripada perbuatan yang melanggar perintah Allah. Sebaliknya, saat orang lain tidak melihat maka akan melakukan perbuata-perbuatan yang tercela.

ReferensiSunting

Pranala luarSunting