Rituximab

senyawa kimia

Rituximab, yang juga dipasarkan dengan nama Rituxan, adalah obat infus yang digunakan dalam pengobatan penyakit autoimun dan beberapa jenis kanker.[2] Obat ini bekerja dengan cara menghabiskan sel darah yang mengalami gangguan sehingga dapat menekan penyakit-penyakit yang disebabkan oleh gangguan sel tersebut.[3] Rituximab termasuk dalam Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia sebagai salah satu obat paling aman dan efektif yang diperlukan dalam sistem kesehatan.[4]

?
Antibodi monoklonal
Type Antibodi utuh
Sumber Kimerik (mencit/manusia)
Target CD20
Data klinis
Nama dagang Rituxan, MabThera, Truxima, dan lain-lain[1]
AHFS/Drugs.com monograph
MedlinePlus a607038
Data lisensi US Daily Med:pranala
Kat. kehamilan C(AU) ?(US)
Status hukum -only (US)
Rute Melalui infus
Data farmakokinetik
Bioavailabilitas 100% (Infus)
Waktu paruh 30 hingga 400 jam (tergantung dosis dan waktu pengobatan)
Ekskresi Tidak tentu: mungkin melalui fagositosis dan katabolisme dalam RES
Pengenal
Nomor CAS 174722-31-7 YaY
Kode ATC L01XC02
DrugBank DB00073
ChemSpider none N
UNII 4F4X42SYQ6 YaY
KEGG D02994 YaY
ChEMBL CHEMBL1201576 N
Sinonim rituximab-abbs, rituximab-pvvr
Data kimia
Rumus C6416H9874N1688O1987S44 
Massa mol. 143859.7 g/mol

PenggunaanSunting

Rituximab digunakan dalam pengobatan beberapa jenis kanker seperti kanker kelenjar getah bening dan kanker darah. Selain itu, rituximab juga digunakan dalam pengobatan penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis.[3] Ada beberapa kasus yang melaporkan bahwa rituximab dapat berperan dalam transplantasi organ. Pada transplantasi organ, antibodi akan berusaha menghancurkan organ baru tersebut yang dianggap sebagai "benda asing" dan rituximab dikatakan dapat menjadi alternatif untuk menghadapi hal tersebut.[5]

Penggunaan rituximab hanya tersedia dalam bentuk infus.[2][3]

ReferensiSunting

  1. ^ "International brand names for rituximab" (dalam bahasa Inggris). Drugs.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 22 April 2016. Diakses tanggal 20 Maret 2020. 
  2. ^ a b "Rituximab". The American Society of Health-System Pharmacists. Diarsipkan dari versi asli tanggal 27 Maret 2016. Diakses tanggal 20 Maret 2020. 
  3. ^ a b c "Rituximab" (dalam bahasa Indonesia). Alo Dokter. Diakses tanggal 20 Maret 2020. 
  4. ^ World Health Organization (2019). World Health Organization model list of essential medicines: 21st list 2019. Geneva: World Health Organization. hdl:10665/325771 . WHO/MVP/EMP/IAU/2019.06. License: CC BY-NC-SA 3.0 IGO. 
  5. ^ Yolanda T Becker (Agustus 2016). "The Emerging Role of Rituximab in Organ Transplantation" (dalam bahasa Inggris). U.S. National Library of Medicine. Diakses tanggal 20 Maret 2020. 

Pranala luarSunting