Buka menu utama

Ricca Rahim (lahir di Bandung, Jawa Barat, 17 April 1959; umur 60 tahun) adalah aktris yang tenar pada tahun 1970-an dan awal 1980-an. Ricca juga dikenal sebagai istri kedua Rhoma Irama yang hingga kini masih mendampinginya, meskipun dari rahimnya tak lahir seorang anak pun.[1]

Ricca Rachim
Berkas:Ricca Rachim.jpg
Lahir17 April 1959 (umur 60)
Bendera Indonesia Bandung, Indonesia
PekerjaanAktris
Tahun aktif1970-1980
Suami/istriRhoma Irama

BiografiSunting

Ricca Rachim dulu dikenal dengan nama Ricca Sukardi. Tapi sejak masuk Islam di hadapan Buya Hamka, dia menjadi Ricca Rachim. Ricca lahir dari ibu asal Surabaya berdarah Jerman dan ayah dari Solo. Ricca mulai terkenal sebagai model iklan dan cover majalah.

Ricca memulai debutnya di perfilman nasional pada tahun 1977 dalam film Jakarta Jakarta garapan Ami Priono. Ricca mulai berkenalan dengan Rhoma pada tahun 1979. Saat itu Rhoma sedang mencari pengganti Yati Octavia yang sering menjadi pasangannya di film. Ricca akhirnya jadi pasangan tetap dalam film-film Rhoma, antara lain Melodi Cinta, Badai di Awal Bahagia, Camellia, Cinta Segitiga, Melodi Cinta, Pengabdian, Pengorbanan, dan Satria Bergitar.

Pada tahun 1980, Ricca menikah. Namun pernikahan pertamanya ini kandas pada tahun 1982. Dua tahun menjanda, Ricca akhirnya menikah lagi dengan Rhoma yang berusia 10 tahun lebih tua. Pernikahannya kali ini berlangsung diam-diam, karena Rhoma masih terikat perkawinan dengan Veronica yang telah mendampinginya sejak tahun 1972. Rhoma dan Veronica akhirnya bercerai pada Mei 1985. Pernikahan pertama Rhoma dengan Veronica dikaruniai 3 orang anak, Debbie Veramasari, Fikri Zulfikar, dan Romy Syahrial. Sedangkan pernikahan kedua dengan Ricca tidak mempunyai anak kandung, tetapi mereka mengangkat seorang anak, Muhammad Ridho Irama (lahir di Jakarta 14 Januari 1989)[2] Setelah menikah dengan Rhoma, Ricca tidak meneruskan kariernya di dunia hiburan.

FilmografiSunting

Pranala luarSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Karier dan Cinta si Raja Dangdut, diakses 15 Desember 2007
  2. ^ Ridho Irama, Tak Andalkan Kebesaran Nama Sang Ayah, diakses 14 Desember 2007