Republik Sosialis Bosnia dan Herzegovina

Republik Sosialis Bosnia dan Herzegovina (RSBH) (bahasa Serbo-Kroasia: Socijalistička Republika Bosna i Hercegovina, Социјалистичка Pепублика Босна и Херцеговина) merupakan negara sosialis yang merupakan negara konstituen bekas Republik Federal Sosialis Yugoslavia. Negeri ini adalah pendahulu Bosnia dan Herzegovina modern, dan dibentuk selama pertemuan pejuang antifasis di Mrkonjić Grad pada tanggal 25 November 1943. Republik sosialis ini dibubarkan pada tahun 1990 ketika meninggalkan institusi komunis dan mengadopsi demokrasi, seperti Republik Bosnia dan Herzegovina yang menyatakan kemerdekaan dari Yugoslavia pada tahun 1992.

Republik Sosialis Bosnia dan Herzegovina
Socijalistička Republika Bosna i Hercegovina
Социјалистичка Република Босна и Херцеговина
Negara konstituen of Yugoslavia
1943–1992
Flag of Bosnia and Herzegovina
Panji daerah
Coat of arms of Bosnia and Herzegovina
Coat of arms
Locator map Bosnia and Herzegovina in Yugoslavia.svg
Ibu kotaSarajevo
Luas 
• 1991
51.129 km2 (19.741 sq mi)
Populasi 
• 1991
4377053
Sejarah
Pemerintahan
 • JenisRepublik sosialis
Presiden 
• 1945–1946
Vojislav Kecmanović
• 1990–1992
Alija Izetbegović
Perdana Menteri 
• 1945–1948
Rodoljub Čolaković
• 1990–1992
Jure Pelivan
LegislaturMajelis Nasional
Era sejarahPerang Dingin
• Pertemuan kedua AVNOJ
29 November 1943
18 November 1991
9 Januari 1992
29 Februari 1992
5 April 1992
• Merdeka
6 April 1992
Didahului oleh
Digantikan oleh
Kerajaan Yugoslavia
Republik Bosnia dan Herzegovina
Lokasi negara

Ibu kotanya ada di Sarajevo, yang tetap menjadi ibu kota setelah kemerdekaan.

SejarahSunting

Karena letaknya yang berada di tengah-tengah federasi Yugoslavia, Bosnia pascaperang secara strategis dipilih sebagai pusat pengembangan industri pertahanan militer.[1] Hal ini berdampak pada tingginya kepadatan senjata dan tentara di Bosnia; salah satu hal yang menyebabkan perang yang berujung pada bubarnya Yugoslavia pada 1990-an. Meskipun demikian, keberadaan Bosnia dalam Yugoslavia kebanyakan waktu ada dalam keadaan damai dan makmur. Walaupun semulanya merupakan salah satu republik miskin pada awal 1950-an, Bosnia berhasil memulihkan ekonominya dengan memanfaatkan kekayaan sumber daya alamnya untuk merangsang pengembangan industri. Ajaran komunis Yugoslavia, "persaudaraan dan persatuan", dinilai layak untuk keadaan Bosnia yang cenderung terdiri dari masyarakat multietnis dan karenanya, menerapkan sistem toleransi yang berujung pada kemajuan kebudayaan dan sosial. Perkembangan toleransi kebudayaan Bosnia dan Herzegovina memuncak beriringan dengan pemilihan Sarajevo sebagai tuan rumah Olimpiade Musim Dingin 1984.

Kepala institusiSunting

PresidenSunting

Perdana MenteriSunting

RujukanSunting

  1. ^ Sancaktar, Caner (Spring 2012). "Historical Construction And Development Of Bosniak Nation". Alternatives: Turkish Journal of International Relations.