Buka menu utama

Rendra Kresna

Dr. H. Rendra Kresna, BcKU, SH, MM, MPM. (lahir di Pamekasan, Jawa Timur, 22 Maret 1962; umur 56 tahun) adalah bupati Malang yang menjabat pada periode 2010-2015 dan 2016-2021. Ia pertama kali dilantik pada 26 Oktober 2010[2] menggantikan Sujud Pribadi yang telah habis masa jabatannya.

Drs. H. Rendra Kresna, SH, MM
Rendrakresnabupati.jpg
Bupati Malang
Masa jabatan
2016 – 15 Oktober 2018
[[Wakil Bupati Malang|Wakil]] Sanusi
Pendahulu Hadi Prasetyo (Pj.)
Pengganti Sanusi (Plt.)[1]
Masa jabatan
2010 – 2015
Wakil Ahmad Subhan
Pendahulu Sujud Pribadi
Pengganti Hadi Prasetyo (Pj.)
Informasi pribadi
Lahir 22 Maret 1962
Bendera Indonesia Pamekasan, Jawa Timur
Kebangsaan Bendera Indonesia Indonesia
Partai politik Logo GOLKAR.jpg Golkar (2004-2016)
Partai NasDem.svg NasDem (2016-2018)
Pasangan Jajuk Rendra Kresna
Situs web https://www.facebook.com/bungrendrakresna

Berpasangan dengan Sanusi, dia kembali maju untuk posisi yang sama di Pilkada serentak yang dilaksanakan pada 9 Desember 2015 yang lalu.[3]

Dalam kepemimpinannya, ia sempat diberitakan membela stafnya yang ditahan Kejaksaan Negeri Kepanjen akibat dugaan korupsi pengadaan jaringan komputer. Ia mempertahankan Anny Prihantari yang merupakan tersangka dugaan koruspi tersebut sebagai Kepala Dinas Sosial. Termasuk ketika anak buahnya tersebut ditahan, Rendra tidak akan mencopot jabatannya. Sontak pembelaan yang ditujukan kepada anak buahnya terkait kasus dugaan korupsi tersebut membuat sebagian besar orang mengecam atas sikapnya. Koordinator Badan Pekerja Malang Corruption Watch (MCW), Mohammad Didit Saleh menilai, tidak selayaknya Bupati menjadi penjamin atas seorang tersangka dugaan korupsi karena hal tersebut bertentangan dengan gerakan pemberantasan korupsi yang tengah digalakkan pemerintah. Pun demikian, anak buah Rendra tetap menjalani sidang kasus korupsi yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya.[4]

Pada 11 Oktober 2018, Rendra ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.[5] Rendra diduga menerima suap terkait penyediaan sarana Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Malang. Selain itu, Rendra bersama seorang pihak swasta diduga menerima gratifikasi sekitar 3,55 miliar rupiah. Selang empat hari kemudian, Rendra ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi setelah menjalani pemeriksaan selama 10 jam.[6]

KarierSunting

Rendra menjabat sebagai Ketua DPD Golkar Kabupaten Malang sejak 2004 hingga 2016. Selama di Golkar, Rendra pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Malang sejak 1997. Dan pada 2005-2010 menjadi wakil bupati Malang. Setelah itu, pada 2010-2015 terpilih menjadi bupati Malang untuk periode pertama. Rendra Kresna terpilih lagi menjadi Bupati Malang untuk periode 2016-2021 dengan wakilnya Sanusi. Saat Pilkada Serentak 2015, Rendra mendapatkan dukungan dari 9 partai politik, yaitu Partai Golkar, Gerindra, Partai Demokrat, PAN, PKB, PPP, PKS, Nasdem dan Hanura. Sejak 14 Agustus 2016, Rendra resmi hengkang dari Partai Golkar dan dilantik menjadi Ketua DPW Partai Nasdem Jawa Timur oleh Surya Paloh.[7]

ReferensiSunting

Didahului oleh:
Hadi Prasetyo (Pj.)
Bupati Malang
17 Februari 2016 - Sekarang
Petahana
Didahului oleh:
Sujud Pribadi
Bupati Malang
26 Oktober 2010 - 26 Oktober 2015
Diteruskan oleh:
Hadi Prasetyo (Pj.)