Reaktor pembatas arus

Reaktor pembatas arus adalah jenis reaktor yang dapat membatasi arus listrik ketika terjadi gangguan listrik. Tujuan pemasangan reaktor pembatas arus adalah mencegah jatuh tegangan dengan selisih penurunan yang sangat besar. Jenis arus listrik yang dibatasi umumnya merupakan arus hubung singkat. Jenis reaktor pembatas arus dibedakan berdasarkan bagian intinya, yaitu reaktor pembatas arus inti udara dan reaktor pembatas arus inti besi. Reaktor berinti udara berukuran besar sedangkan reaktor inti besi lebih kecil. Sebaliknya, harga reaktor inti besi lebih mahal dibandingkan reaktor inti udara. Reaktor inti udara terbuat dari konduktor berbahan tembaga yang dipisahkan oleh porselen atau beton. Sedangkan reaktor ini besi terbuat dari besi yang terendam oleh minyak. Posisi pemasangan reaktor di dalam rangkaian listrik dapat setelah generator atau pada saluran keluar. Kapasitas reaktor dipengaruhi oleh persentase reaktansi dan resistensi. Perhitungan kapasitas yang diperlukan mempertimbangkan nilai jatuh tegangan pada reaktor pada kondisi arus dan tegangan nominal serta frekuensi yang normal. Pada sistem 3-fasa, perhitungan dilakukan pada tegangan fasa terhadap nol. Sedangkan pada sistem 1-fasa, perhitungan dilakukan pada tegangan fasa terhadap fasa. Perhitungan juga dapat memanfaatkan nilai Ohm dari resistansi dan reaktansi.[1]

ReferensiSunting

  1. ^ Kadir, Abdul (2010). Pembangkit Tenaga Listrik Edisi Revisi. Jakarta: UI Press. hlm. 102. ISBN 979-456-168-1.