Gelar-gelar Raja Katolik dan Ratu Katolik dianugerahkan oleh Sri Paus dalam kapasitasnya sebagai pemimpin Gereja Katolik kepada para penguasa monarki yang dalam pandangan Tahta Suci mewujudkan prinsip-prinsip Katolik dalam kehidupan pribadi dan berbagai kebijaksanaan negara. Gelar ini terus digunakan oleh para penguasa monarki yang merupakan keturunan dari monarki yang menerima gelar tersebut kecuali apabila gelar tersebut diambil kembali oleh Sri Paus.

Salah satu hak yang diperoleh sebagai seorang Ratu Katolik adalah ia boleh mengenakan busana putih, dan bukannya warna hitam biasanya, saat bertemu dengan Sri Paus (dikenal sebagai privilège du blanc).

Contoh terkenal atas penganugerahan gelar ini adalah kepada Ratu Isabella I dari Castile dan kepada Raja Ferdinand II dari Aragon (kedua kerajaan ini sekarang adalah bagian dari Spanyol).

Raja-raja Spanyol (semenjak era Los Reyes Católicos), telah menggunakan gaya Keagungan Katolik. Raja Spanyol saat ini, Juan Carlos I, memilih untuk tidak menghapuskan gelar-gelar tua dari mahkota Kerajaan Spanyol namun ia tidak menggunakannya.[1]

ReferensiSunting

  1. ^ Almanach de Gotha 2000 page 336 2000