Produksi militer pada Perang Dunia II

Women metalworkers during the siege of Leningrad
Wanita Rusia yang tetap bekerja di pabrik di saat Pengepungan Leningrad berada pada puncaknya.
Antrian perakitan pesawat Messerschmitt Bf 109G-6s di pabrik pesawat Jerman.

Produksi militer selama Perang Dunia II termasuk senjata, amunisi, personel, dan keuangan yang dimobilisasi untuk perang. Produksi militer dalam artikel ini, berarti segala sesuatu yang dihasilkan oleh para pejuang dari mulai pendudukan Austria pada awal tahun 1938 hingga penyerahan dan pendudukan Jepang pada akhir tahun 1945.

Mobilisasi dana, orang-orang, sumber daya alam dan material untuk produksi serta pasokan peralatan dan pasukan militer selama Perang Dunia II adalah komponen penting dari upaya perang. Selama konflik berlangsung, Sekutu berhasil melampaui Poros sebagian besar dalam hal kategori produksi. Akses ke pendanaan dan sumber daya industri yang diperlukan untuk mempertahankan upaya perang dikaitkan dengan aliansi ekonomi dan politik masing-masing. Ketika kekuatan yang sebelumnya netral (seperti Amerika Serikat) bergabung dengan konflik yang terus meningkat, wilayah berpindah tangan, kombatan dikalahkan, keseimbangan kekuatan bergeser ke pihak Sekutu (sama halnya seperti cara untuk mempertahankan produksi militer yang diperlukan untuk memenangkan perang).

Pada akhir perang, pabrik-pabrik AS telah menghasilkan 300.000 pesawat,[1][2] dan pada tahun 1944 telah menghasilkan dua pertiga dari peralatan militer Sekutu yang digunakan dalam perang[butuh rujukan] yang membawa pasukan militer beraksi di Amerika Utara dan Selatan, Karibia, Atlantik, Eropa Barat dan Pasifik .

ReferensiSunting

  1. ^ Parker, Dana T. Building Victory: Aircraft Manufacturing in the Los Angeles Area in World War II, p. 7, Cypress, CA, 2013. ISBN 978-0-9897906-0-4.
  2. ^ Wrynn, V. Dennis. Forge of Freedom: American Aircraft Production in World War II, pp. 4-5, Motorbooks International, Osceola, WI, 1995. ISBN 0-7603-0143-3.