Buka menu utama
Jangan gunakan templat {{kembangkan}}!
Gunakan {{subst:kembang}}.

Templat {{kembangkan}} hanya boleh digunakan untuk artikel-artikel yang dibuat sebelum tahun 2007.

Prefrensi atau selera adalah sebuah konsep, yang digunakan pada ilmu sosial, khususnya ekonomi. Ini mengasumsikan pilihan realitas atau imajiner antara alternatif-alternatif dan kemungkinan dari pemeringkatan alternatif tersebut, berdasarkan kesenangan, kepuasan, gratifikasi, pemenuhan, kegunaan yang ada. Lebih luas lagi, bisa dilihat sebagai sumber dari motivasi. Di ilmu kognitif, preferensi individual memungkinkan pemilihan tujuan/goal.

Juga, konsumsi lebih dari barang biasa biasanya digolongkan (tetapi tidak selalu) diasumsikan menjadi lebih tidak konsumtif.

ReferensiSunting

  • Brehm, J.W. (1956). Post-decision changes in desirability of choice alternatives. Journal of Abnormal and Social Psychology, 52, 384-389.
  • Coppin, G., Delplanque, S., Cayeux, I., Porcherot, C., & Sander, D. (2010). I’m no longer torn after choice: How explicit choices can implicitly shape preferences for odors. Psychological Science, 21, 489-493.
  • Lichtenstein, S., & Slovic, P. (2006). The construction of preference. New York: Cambridge University Press.
  • Scherer, K.R. (2005). What are emotions? And how can they be measured? Social Science Information, 44, 695-729.
  • Sharot, T., De Martino, B., & Dolan, R.J. (2009). How choice reveals and shapes expected hedonic outcome. Journal of Neuroscience, 29, 3760-3765.