Prasasti Malenga adalah salah satu prasasti yang dikeluarkan oleh Raja Sri Maharaja Haji Garasakan dari Kerajaan Janggala, yang berangka tahun 974 Saka (1052 M).[1][2] Prasasti ini berbentuk 7 lempeng tembaga, dan merupakan salinan (tinulad) dari aslinya yang kemudian diberi angka tahun 1258 Saka (1336 M).[1] Prasasti ini menceritakan pemberian anugerah status sima kepada desa Malenga,[2] karena penduduk desa tersebut telah membantu raja melawan musuhnya, yaitu Haji Linggajaya dari Tanjung.[1][3] Prasasti ini ditemukan di desa Banjararum, Rengel, Tuban,[3] dan sekarang disimpan di Museum Nasional Indonesia di Jakarta, dengan nomor inventaris E-18.[4]

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ a b c Sejarah. Grasindo. 2004. ISBN 9789797325305. 
  2. ^ a b Muljana, Slamet (1979). Nagarakretagama dan tafsir sejarahnya. Bhratara Karya Aksara. 
  3. ^ a b Poesponegoro, Marwati Djoened; Notosusanto, Nugroho (1984). Sejarah nasional Indonesia: untuk SMP. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 
  4. ^ Hartanto. "Prasasti Malenga 974 Saka (1052 Masehi)" (PDF). Skripsi - Universitas Indonesia.