Poorwo Soedarmo

Prof. Poorwo Soedarmo (20 Februari 1904 – 13 Maret 2003 adalah seorang guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia asal Indonesia. Ia dikenal sebagai penggagas slogan "Empat Sehat Lima Sempurna". Nama resminya yang tercantum dalam buku biografinya menggunakan "oo" pada nama depannya.[1] Banyak generasi penerusnya pada tahun 1990-an menulisnya dengan "oe" atau "u" menjadi "Poerwo/Purwo Soedarmo". Oleh para sejawat dan murid-muridnya dikenal dengan singkatan "PS".

Prof Poorwo Soedarmo
Berkas:FotoPoerwoSoedarmo.jpg
Informasi pribadi
Lahir20 Februari 1904
Indonesia Malang, Jawa Timur
Meninggal13 Maret 2003(2003-03-13) (umur 99)
Indonesia Jakarta, DKI Jakarta
PekerjaanDosen, Ahli Gizi

Riwayat HidupSunting

Poorwo Soedarmo lahir di Malang 20 Februari 1904, lulus sekolah kedokteran STOVIA tahun 1927. Mulai tertarik dan belajar ilmu Gizi di Post Graduate Institute, London (1949) dan Institute of Nutrition, Manila (1950). Kemudian mendalami ilmu itu di School of Public Health and Nutrition, Harvard University (1954-1955) dan di Institute of Nutrition Sciences, Columbia University, New York (1960). PS adalah guru besar pertama ilmu gizi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) (1958) dan membuka Bagian Ilmu Gizi Pertama di FKUI, dan mendapat Doctor Honoris Causa dalam ilmu kedokteran, FKUI (1975).

Dia mendirikan "Akademi Ahli Diit dan Nutrisionis", yang kemudian menjadi "Akademi Gizi". Sebagai Direktur Lembaga Makanan Rakyat KemKes (1952-1959), dia adalah orang pertama yang memperkenalkan ilmu "Home Economics" di Indonesia (1957), sekarang dikenal dengan Ilmu Kesejahteraan Keluarga. Pak Poorwo meninggal pada tanggal 13 Maret 2003 di Jakarta pada usia 99 tahun, dimakamkan di Taman Pahlawan Kalibata.

Empat Sehat Lima SempurnaSunting

PS juga dikenal sebagai penggagas slogan Empat Sehat Lima Sempurna pada tahun 1950an yang sangat dikenal diberbagai lapisan masyarakat sampai saat ini. Dengan slogan ini PS dengan LMRnya mempopulerkan gizi secara praktis, dan membuat masyarakat dan pemerintah Indonesia mulai sadar gizi pada awal tahun 1960an. Kalaupun saat ini slogan Empat Sehat Lima Sempurna telah diganti dengan Gizi Seimbang, oleh karena ilmu gizi terus berkembang. Itu tidak berarti nama PS dilupakan orang tetapi tetap tercatat dalam sejarah perkembangan ilmu pengetahun gizi sebagai perintis dan bapak ilmu gizi Indonesia, sebagaimana Lavoisier (1743-1794) selain dikenal sebagai bapak ilmu kimia, juga dikenal sebagai bapak ilmu gizi dunia yang merintis penemuan ilmu gizi diawal abad ke-19. Demikian juga Wilbur Atwater, bapak gizi Amerika Serikat (1844-1907), seorang sarjana kimia pertanian yang pertama kali menganalisis dan menemukan komposisi zat-zat gizi dalam bahan makanan. Meskipun tidak diumumkan sebagai bapak gizi, tiap negara mempunyai tokoh yang merintis perkembangan gizi dinegara masing-masing seperti Gopalan (India), Toisho (Jepang), Aree Valyasevi (Thailand).

ReferensiSunting

  1. ^ Poorwo Soedarmo. "Gizi dan Saya", Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 1995.

PustakaSunting

  • Bahan-bahan yang dirangkum dan diringkas oleh Prof.Soekirman (Guru Besar (Emiritus) Ilmu Gizi IPB), mantan anak didik Prof. Poorwo Sodarmo tahun 1956-1980an dari sumber: Buku Biografi Poorwo Soedarmo, Gizi dan Saya, 1995, dan kutipan dari Ensiklopedi Tokoh Indonesia, 2002.